Showing posts with label Definisi Pohon. Show all posts
Showing posts with label Definisi Pohon. Show all posts

.:: TEGAKAN HUTAN | Unit Pengelolaan Hutan ::.


Pengertian dan Definisi Tegakan adalah suatu unit-unit pengelolaan hutan yang cukup homogen, sehingga dapat dibedakan dengan jelas dari tegakan yang ada di sekitarnya. Perbedaan itu disebabkan karena umur, komposisi, struktur atau tempat tumbuh. Dalam hal ini kita kenal adanya tegakan pinus, tegakan jati, tegakan kelas umur satu, dua, dan lain sebagainya.

Di dalam suatu wilayah hutan alam, dengan jenis penyusunnya yang beragam dan umur tidak sama tapi masih memberikan kesan umum (general appearance) yang berbeda dengan wilayah atau areal atau kelompok vegetasi lain, yang berbeda di dekatnya, juga merupakan suatu tegakan hutan. Dalam hal ini, tegakan lebih cendrung diartikan sebagai suatu satuan pepohonan hutan.

Artikel Terkait :

TEGAKAN CAMPURAN | Terdiri Lebih dari Satu Jenis Pohon Dominan


Pengertian dan definisi dari Tegakan Campuran adalah suatu tegakan yang susunannya terdiri lebih dari satu jenis pohon dominan. Tegakan campuran mempunyai banyak keuntungan secara biologis dan ekonomis, disamping ada juga kekurangan-kekurangannya.

Keuntungan atau Kelebihan Tegakan Campuran antara lain adalah :
  1. Tempat tumbuh dapat dimanfaatkan lebih baik oleh akar, dan menambah daya tahan tehadap angin apabila jenis berakar dangkal dicampur dengan jenis berakar dalam.
  2. Daur hara lebih baik, karena proses dekomposisi yang lebih cepat dari campuran berbagai jenis daun.
  3. Ruang tajuk dapat dimanfaatkan dengan penutupan yang lebih baik, khususnya bila campuran terdiri dari jenis toleran dan intoleran.
  4. Iklim mikro tegakan sehat dan lebih tahan terhadap jenis gangguan
Kekurangan atau Kelemahan dari tegakan campuran antara lain adalah:
  1. tidak semua merupakan jenis yang tinggi nilainya,
  2. pengelolaannya tidak mudah,
  3. pemungutan hasilnya memerlukan biaya yang tinggi, dan
  4. cara permudaannya lebih sulit.

Artikel Terkait :


TEGAKAN MURNI | Pohon-Pohon yang Homogen


Pengertian dan Definisi dari Tegakan Murni adalah suatu tegakan yang disusun oleh 90% atau lebih, pohon dominan dan kodominan dari jenis yang sama (Pohon-Pohon Homogen). Tegakan hutan murni terbentuk karena satu atau lebih faktor, yang antara lain:
  1. Kondisi iklim yang begitu berat, misalnya iklim yang sangat dingin, sehingga hanya sedikit jenis saja yang mampu tumbuh dalam areal tersebut. Dalam kondisi seperti itu sangat memungkinkan terbentuknya tegakan murni.
  2. Kondisi tempat tumbuh yang khusus, misalnya pada daerah rawa-rawa, dengan tingkat keasaman tanah yang tinggi, tanah dengan kandungan magnesium yang tinggi, sehingga hanya jenis-jenis tertentu yang mampu bertahan untuk tumbuh.
  3. Adanya bencana alam seperti kebakaran, angin topan, epidemi hama, atau penyakit, dan banjir, memungkinkan hanya sedikit jenis yang mampu tumbuh dan berkembang pada kondisi tempat tumbuh seperti itu.
  4. Jenis agresif yang sangat toleran, sehingga mampu menaungi setiap jenis pesaing.
  5. Hutan tanaman yang memang sejak semula ditanam dengan berbagai pertimbangan ditanam secara monokultur, maka tegakan murni sudah tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan baik dilihat dari aspek ekologis maupun ekonomis.

    Keuntungan atau kelebihan dari tegakan murni antara lain adalah:
    • bahwa keseluruhan kawasan hutan dapat diperuntukan bagi jenis yang paling bernilai sesuai dengan kondisi tempat tumbuh.
    • Pengelolaannya relatif sederhana dan murah.
    • Biaya pemanenan hasil dan pemasarannya juga lebih murah, dan
    • cara mempermudahnya juga lebih sederhana.
    Sedang kelemahan atau kekurangannya antara lain adalah bahwa
    • tegakan murni kurang fleksibel dalam memenuhi perubahan permintaan pasar,
    • mialiestetis dan rekreasi umumnya kurang menarik,
    • kurang mendukung kehidupan satwa liar yang beragam, dan
    • peka terhadap berbagai jenis gangguan hama dan penyakit.

Artikel Terkait :

PENGERTIAN DAN DEFINISI PERMUDAAN (HUTAN)


Pengertian dan definisi Permudaan hutan adalah suatu proses peremajaan kembali dari pohon-pohon penyusun tegakan yang telah mati secara alami, atau setelah dipanen oleh manusia. Proses pemanenan tersebut dapat berlangsung untuk semua pohon dalam suatu luas kawasan tertentu, atau hanya pohon tertentu saja. Pohon-pohon yang sudah tua dalam satu tegakan, akhirnya akan mati dan digantikan oleh anakan-anakan pohon secara alami.

Permudaan pada dibagi menjadi Permudaan Alam (Natural Regeneration) dan Permudaan Buatan (Artificial Regeneration).

Permudaaan alam adalah suatu proses peremajaan kembali dari suatu tegakan hutan yang terjadi secara alami. Dalam pengelolaan hutan tropika basah di luar Pulau Jawa sampai saat ini, sistem silvikultur yang dipakai adalah sistem tebang pilih dengan permudaan alam.

Permudaan buatan adalah suatu proses peremajaan kembali dari suatu tegakan yang dilakukan oleh manusia. Permudaan buatan umumnya dilakukan pada areal-areal bekas tebang habis, bekas jalan sarad, tempat penimbunan kayu, atau pada areal hutan yang tidak produktif. Tujuan utamanya terdiri dari tujuan ekologis dan ekonomis.


TEGAKAN SEUMUR


Pengertian dan Definisi dari Tegakan Seumur adalah Tegakan yang semua pohonnya ditanam pada tahun yang sama, atau pada waktu yang bersamaan. Tegakan ini umumnya ditandai dengan tajuk yang seragam. Pohon kecil merupakan pohon yang tertekan, prose regenerasi terjadi pada periode yang pendek. Kemungkinan terjadinya erosi lebih besar selama periode regenerasi, dan pada waktu tegakan masih muda. Bahaya gangguan terhadap hama, penyakit, dan api besar.

Keuntungan dan kelebihan dari tegakan seumur adalah :
  • pengelolaan inventerisasi dan pemungutan hasil, sederhana;
  • memungkinkan untuk penggunaan alat-alat besar dan tingkat efisiensi yang lebih tinggi;
  • dan biaya lebih murah;
  • pemendekan daur dengan melalui pemeliharaan yang intensif; dan jenis unggul;
  • tingkat pertumbuhannya lebih seragam; dan
  • tebang antara, lebih mudah dilaksanakan.

Beberapa kelemahan dan kekurangan tegakan seumur antara lain adalah:
  • perlunya dilakukan tebangan antara penjarangan dan pemeliharaan yang terus-menerus,
  • untuk mendapatkan tegakan akhir yang baik,
  • sehingga perlu ada dana pengeluaran yang kontinyu,
  • serta nilai estetis, dan rekreasi yang umumnya lebih rendah.

Artikel Terkait :


TEGAKAN TIDAK SEUMUR


Pengertian dan Definisi dari Tegakan Tidak Seumur adalah tegakan yang tersusun oleh pohon-pohon setiap umur, mulai dari tingkat semai, pancang tiang dan pohon masak tebang. Tegakan tidak seumur ditandai dengan tajuk yang terputus dan tidak seragam; pohon-pohon kecil merupakan semai dan sapihan muda; proses regenerasi yang tidak menentu; kemungkinan terjadinya erosi kecil; bahaya terhadap berbagai gangguan seperti kebakaran, hama dan penyakit, juga kecil.

Kelebihan dan keuntungan pengelolaan tegakan tidak seumur terutama bersifat ekologis. Sungguh pun demikian ada juga keuntungan yang sifatnya ekonomis, seperti:
  • dapat menghasilkan uang dalam interval waktu yang pendek;
  • kurang diperlukan anggaran khusus untuk tindakan pemeliharaan tegakan;
  • keluwesan yang lebih tinggi dalam pemanenan hasil;
  • kemudahan dan kepastian dalam permudaan alamnya;
  • serta tahan terhadap berbagai jenis gangguan.

Adapun kerugian dan kelemahan pengelolaan tegakan tidak seumur yang sifatnya ekonomis adalah:
  • biaya pemungutan hasil,
  • biaya administrasi, dan biaya pemeliharaan jalan yang lebih tinggi;
  • kualitas hasil panen yang kurang baik;
  • saat pengaturan pertumbuhan dan hasil yang tidak mudah.

Artikel Terkait :



ALBINISME

Definisi dan Pengertian Albinisme adalah Hilangnya seluruh atau sebagian pigmen pada suatu tanaman atau bagiannya. Bagian yang terkena berubah putih atau hampir putih. Tanaman albino biasanya akan segera mati.

AKAR PAPAN ATAU AKAR BANIR



Irisan silang yang tidak membulat (non-circular) dari batang, sering disebabkan oleh akar papan, yaitu bentuk menyerupai papan yang tumbuh pada bagian atas akar, berfungsi menopang pohon. Pembentukan akar papan dan banir dapat diwariskan dengan tingkat yang bervariasi. Umumnya, karakter ini tidak disukai dalam pemuliaan pohon.

Akar banir merupakan ciri khas dari beberapa jenis pohon yang hidup hutan dan dapat dibedakan karena termasuk dalam famili tertentu misalnya Kenari (Canarium vulgare) termasuk famili Burseraceae.

Hal ini merupakan salah satu petunjuk untuk mengidentifikasi jenis pohon di dalam hutan. Dengan melihat bentuk akar pohon tersebut, apakah mempunyai banir atau tidak maka kita dapat menggolongkan pohon tersebut dalam famili tertentu yang dikenal mempunyai akar banir.

Akar merupakan salah satu bagian vegetatif dari tumbuhan yang mempunyai fungsi sebagai penopang dan penyerapan air dan unsur hara. Pada saat tumbuhan tersebut tidak menghasilkan bunga atau buah, maka bagian-bagian vegetatif bisa dipakai untuk identifikasi tumbuhan tersebut, misalnya melihat akar, batang dan daun.


Artikel Terkait :
  1. Pengertian dan Definisi Akar Tumbuhan
  2. Struktur Akar Tumbuhan
  3. Bentuk Tipe Sistem Perakaran Tumbuhan
  4. Pengertian Akar Papan atau Banir
  5. Manfaat dan Fungsi Akar Tanaman
  6. Karakteristik Perakaran Pohon
  7. Distribusi dan Biomasa Perakaran Pohon
  8. Kecepatan Pertumbuhan Perakaran Pohon
  9. Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Akar
  10. Kemampuan Pertumbuhan Akar
  11. Pengentenan Akar
  12. Patogen Akar
  13. Kontrol Perkembangan Akar Dalam Persemaian
  14. Definisi dan Pengertian Tanah
  15. Profil Tanah
  16. Manfaat Tanah
  17. Pengertian Tekstur Tanah
  18. Struktur Tanah
  19. Proses Pembentukan Tanah
  20. Klasifikasi Jenis Tanah
  21. Pencemaran Tanah
  22. Porositas Tanah
  23. Bahan Organik Tanah
  24. Kemasaman Tanah (pH Tanah)
  25. Lengas Tanah
  26. Tekstur dan Struktur Tanah
  27. Jenis Tanah
  28. Pengertian Unsur Hara
  29. Jumlah Kebutuhan Unsur Hara
  30. Pergerakan Unsur Hara Dari Larutan Tanah Ke Akar
  31. Pergerakan Hara di dalam Tubuh Tanaman (Penyerapan Unsur Hara)
  32. Metode untuk Mengetahui Status Hara Tanaman
  33. Unsur Hara Nitrogen (N)
  34. Unsur Hara Fosfor (P)
  35. Unsur Hara Kalium (K)
  36. Pemupukan Tanaman
  37. Perbaikan Kesuburan Tanah dengan Sistem Agroforestri

DEFINISI POHON


Definisi Pohon ialah tumbuhan dengan batang dan cabang yang berkayu. Kayu dari pohon terdiri dari jaringan pembuluh kayu (xylem) dan jaringan pembuluh tapis (floem). Di antara kedua jaringan ini terdapat lapisan kambium yang membuat pohon bertambah besar diameternya. Pengertian dari Pohon biasa juga disebut pokok. Pohon memiliki batang utama yang tumbuh tegak, menopang tajuk pohon.




Pohon berbeda dengan semak melalui bentuk dan ukurannya. Semak juga memiliki batang berkayu, tetapi tidak tumbuh tegak.

Pisang sering dikatakan "pohon pisang" tetapi sebenarnya tidak demikian karena pisang tidak mempunyai batang yang berkayu.

Pohon-pohon yang kecil yang tidak bertambah tinggi lagi hanya sebagai tumbuhan penutup tanah disebut semak dan perdu.

Jenis-jenis mawar hias lebih tepat disebut semak daripada pohon karena batangnya walaupun berkayu tidak berdiri tegak dan habitusnya cenderung menyebar menutup permukaan tanah.

Batang merupakan bagian utama pohon dan menjadi penghubung utama antara bagian akar, sebagai alat transportasi tumbuhan untuk mengumpulkan air dan mineral, dan bagian tajuk pohon (canopy).

Ukuran batang yang lebih kecil disebut cabang dan yang lebih kecil lagi adalah ranting, keduanya berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya.

Artikel Terkait :

DEFINISI POHON

miracle tree

Pohon atau juga disebut pokok ialah tumbuhan dengan batang dan cabang yang berkayu. Pohon memiliki batang utama yang tumbuh tegak, menopang tajuk pohon. Pohon dibedakan dari semak melalui penampilannya. Semak juga memiliki batang berkayu, tetapi tidak tumbuh tegak. Dengan demikian, pisang bukanlah pohon sejati karena tidak memiliki batang sejati yang berkayu. Jenis-jenis mawar hias lebih tepat disebut semak daripada pohon karena batangnya walaupun berkayu tidak berdiri tegak dan habitusnya cenderung menyebar menutup permukaan tanah.

Batang merupakan bagian utama pohon dan menjadi penghubung utama antara bagian akar, sebagai pengumpul air dan mineral, dan bagian tajuk pohon (canopy), sebagai pusat pengolahan masukan energi (produksi gula dan bereproduksi). Cabang adalah juga batang, tetapi berukuran lebih kecil dari berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya. Batang diliputi dengan kulit yang melindungi batang dari kerusakan.

Dalam bahasa sehari-hari, pengertian pohon agak lebih luas, yang dalam botani disebut "pohon semu". Contoh paling umum dari kasus ini adalah "pohon" pisang.


miracle tree


Artikel Terkait :

Istilah Tumbuhan, Vegetasi dan Flora.

Erythrina variegata

Istilah tumbuh-tumbuhan digunakan karena tumbuhnya liar dan bersifat alami, sedangkan tanaman untuk jenis yang dibudidayakan. Dari dua istilah tersebut, terdapat istilah lain yaitu "Flora" dan "Vegetasi".
pongamia

 

Flora adalah kumpulan suatu jenis tumbuh-tumbuhan yang terdapat dalam suatu daerah tertentu, sedangkan vegetasi adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari individu-individu jenis atau kumpulan populasi jenis.

miracle tree

 

Definisi Pohon adalah tumbuhan dengan batang dan cabang yang berkayu. Pohon memiliki batang utama yang tumbuh tegak, menopang tajuk pohon. Pohon dapat dibedakan dari semak melalui penampilannya. Semak juga memiliki batang berkayu, tetapi tidak tumbuh tegak. Dengan demikian, pisang bukanlah pohon sejati karena tidak memiliki batang sejati yang berkayu. Jenis-jenis mawar hias lebih tepat disebut semak daripada pohon karena batangnya walaupun berkayu tidak berdiri tegak dan habitusnya cenderung menyebar menutup permukaan tanah.

Batang merupakan bagian utama pohon dan menjadi penghubung utama antara bagian akar, sebagai pengumpul air dan mineral, dan bagian tajuk pohon (canopy), sebagai pusat pengolahan masukan energi (produksi gula dan bereproduksi). Cabang adalah juga batang, tetapi berukuran lebih kecil dari berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya. Batang diliputi dengan kulit yang melindungi batang dari kerusakan.

Dalam bahasa sehari-hari, pengertian pohon agak lebih luas, yang dalam botani disebut "pohon semu". Contoh paling umum dari kasus ini adalah "pohon" pisang.

 

Artikel Terkait :

ENDEMIK DAERAH

JURNAL PENELITIAN

Paling Populer