Showing posts with label Benih Pohon. Show all posts
Showing posts with label Benih Pohon. Show all posts

ZONA PENGUMPULAN BENIH

Pengertian dan Definisi Zona Pengumpulan Benih dalam Kamus Pemuliaan Pohon adalah zona pepohonan dengan komposisi genetik (ras) relatif seragam yang ditentukan melalui uji keturunan berbagai sumber benih.






Cakupan areal biasanya ditentukan dengan batas geografi, iklim  dan kondisi pertumbuhan. Suatu ras geografik tunggal mungkin dapat dibagi kedalam beberapa zona.





Zona Pengumpulan Benih merupakan salah satu klasifkasi Sumber Benih yang terendah, dari beberapa klasifikasi yang telah ditentukan.

Klasifikasi Sumber Benih :
  1. Zona pengumpulan benih,
  2. Tegakan benih teridentifikasi,
  3. Tegakan benih terseleksi,
  4. Areal produksi benih (APB),
  5. Tegakan benih provenan dan kebun benih

Artikel Terkait :







PENGERTIAN PEMBUAHAN DAN PEMBUAHAN GANDA

Pengertian PEMBUAHAN adalah Penggabungan inti dan unsur sel lain yang penting pada gamet jantan (sperma) dengan seluruh gamet betina (telur) membentuk zigot. Dalam beberapa spesies, pembuahan dapat terjadi berbulan-bulan setelah penyerbukan.



Sedangkan pengertian dan definisi dari PEMBUAHAN GANDA adalah  proses unik bagi Angiospermae, dimana satu dari dua inti (nuclei) sperma yang berasal dari unit tabung serbuk sari dengan inti (nucleus) telur membentuk zigot diploid dan inti (nucleus) sperma lain bergabung dengan dua inti (nuclei) dari kantung embrio membentuk endosperma triploid.


Artikel Terkait :



PENGERTIAN BAKAL BUAH

Pengertian dari Bakal Buah atau OVARI (Ovary) adalah salah satu bagian dari putik bunga (pistillum) yang di dalamnya mengandung sel telur. Yang apabila telah mengalami proses penyerbukan atau pembuahan akan dapat menjadi bii. Pada tumbuhan berbiji tertutup, putik bunga pada umumnya terdiri dari kepala putik (stigma), tangkai putik (sylus) dan bakal buah (ovarium). Kepala putik terletak di ujung tangkai putik , sedang dipangkalnya terdapat bakal buah. Bentuk tangkai putik menyerupai pipa yang menghubungkan kepala putik dan bakal buah.

Bakal buah berada di atas dasar bunga (receptaculum) dengan bentuk bermacam-macam seperti bola, slinder, cawan, atau bentuk lain. Bakal buah merupakan bagian yang sangat penting dari putik bunga, karena di dalamnya terbapat bakal biji. Apabila terjadi proses penyerbukan dan pembuahan, maka bakal buah akan menjadi seperti buah dan bakal biji akan dapat menjadi biji.

Artikel Terkait :

DEFINISI DAN PENGERTIAN ANAKAN ALAMI


Pengertian dan Definisi dari Anakan Alami adalah tanaman muda yang tumbuh secara alami pada tegakan hutan. Anakan alami tidak hanya tumbuh dan berkembang di bawah atau di sekitar pohon induknya tetapi dapat juga di tempat-tempat yang jauh, khususnya bagi tumbuh-tumbuhan yang buah dan/ atau bijinya mudah tersebar oleh angin, air, maupun binatang.


Anakan alami akan mempunyai arti yang penting untuk pembuatan tanaman hutan bagi jenis-jenis yang sulit didapatkan bijinya dalam jumlah besar, atau jenis-jenis yang masa berbuahnya sangat jarang  missal 4 tahun sekali. Jenis-jenis Dipterocarpaceae merupakan jenisnya yang masa berbuahnya (dalam jumlah yang banyak) tidak selau setiap tahun tapi 3-4 tahun sekali.

PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN MENGGUNAKAN STEK


Pengertian dan definisi dari stek adalah suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar. Dengan dasar itu maka muncullah istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan sebagainya. Definisi lain dari stek adalah salah satu cara pembiakan tanaman tanpa melalui proses penyerbukan (generatif) tetapi dengan jalan pemotongan batang, cabang, akar muda, pucuk, atau daun dan menumbuhkannya dalam media padat atau cair sebelum dilakukan penyapihan.

Tanaman yang dihasilkan dari stek biasanya mempunyai sifat persamaan dalam umur, ukuran tinggi, ketahanan terhadap penyakit dan sifat-sifat lainnya. Selain itu kita juga memperoleh tanaman yang sempurna yaitu tanaman yang mempunyai akar, batang, dan daun yang relatif singkat.

Stek batang adalah tipe stek yang paling umum dipakai dalam bidang kehutanan. Stek batang didefinisikan sebagai pembiakkan tanaman dengan menggunakan bagian batang yang dipisahkan dari induknya, sehingga menghasilkan tanaman yang sempurna. Stek batang sebaiknya diambil dari bagian tanaman ortotrof sehingga diharapkan dapat membentuk suatu batang yang pokok dan lurus keatas.

Keuntungan dari stek batang adalah pembiakkan ini lebih efisien jika dibandingkan dengan cara lain karena cepat tumbuh dan penyediaan bibit dapat dilakukan dalam jumlah yang besar. Sedangkan kesulitan yang dihadapi adalah selang waktu penyimpanan relatif pendek antara pengambilan dan penanaman.

 

Artikel Terkait :

 

 

PENYERBUKAN ATAU POLINASI


Definisi dan Pengertian dari Penyerbukan atau Polinasi adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (pollen) ke kepala putik (stigma) sehingga akan terjadi proses pembuahan. Dari bentuk bantuan atau cara terjadinya penyerbukan dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil; tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil, mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun; tidak mempunyai kelenjar madu; tangkai bunga panjang. bunga terletak jauh di atas daun; serbuk sari kecil, sangat banyak, dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin; kedudukan benang sari bergantungan, serbuk sarinya berhamburan jika digoyang; kepala putik besar, berbulu, tangkai putik terjulur ke luar, kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan, padi, dan jagung.
  • Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp, eceng gondok, dan teratai. Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air.
  • Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan. Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar; mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas; memiliki kelenjar madu; serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). Zoidiogami dapat terjadi pada jambu, mangga, jeruk, dan pepaya. Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan. Misalnya. Entomogami (penyerbukan dengan bantuan serangga, antara lain lalat, kumbang, dan lebah), malakogami (penyerbukan dengan bantuan siput/bekicot), dan kiropterogani (penyerbukan dengan bantuan kelelawar).

Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami), sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan manusia. Hal ini terjadi karena tidak ada perantara yang membantu penyerbukan. Penyerbukan ini dapat terjadi pada vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan ini dilakukan untuk mendapatkan jenis bibit baru yang unggul.

Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh ke kepala putik. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Penyerbukan sendiri (autogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. Jika terjadinya penyerbukan pada saat bunga masih kuncup, disebut kleistogami.
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga lain dalam satu tanaman.
  3. Penyerbukan silang (allogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang termasuk satu jenis (spesies).
  4. Penyerbukan bastar, terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang sejenis, tetapi berbeda varietas, misalnya bunga mangga manalagi diserbuki bunga mangga golek.

Artikel Terkait :

Diosis atau Berumah Dua


Bunga Salak Jantan dan Bunga Salak Betina


Diosis atau Berumah Dua adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan tumbuhan yang organ reproduksi jantan dan betina tidak terdapat satu tumbuhan. Suatu spesis atau tingkatan takson lain dimana individu-individunya uniseksual (jantan atau betina), misalnya salak, pakis haji, rotan dan beberapa jenis Casuarina. Lawannya adalah Monoesis atau berumah satu.


AREAL PENGUMPULAN BENIH

ARBORETUM PEMULIAAN

Arboretum Pemuliaan adalah Koleksi dari pohon atau spesis terpilih yang dibangun untuk ditangkarkan. Apabila koleksi didapat secara vegetatif, seringkali disebut Bank kion. Jarak tanam, budidaya dan perlindungan dirancang untuk merangsang pembungaan yang lebih dini dan lebih banyak untuk keperluan penyerbukan terkendali dan pemanenan benih.

APEK DAN APIKAL

Ujung, bagian paling ujung, titik akhir sesuatu. Pada tunas dan akar, bagian ujungnya mengandung meristem apikal. Sedangkan Apikal berhubungan dengan apek.

ANTESIS

Periode atau tahap ekspansi dari bunga, pemekaran bunga diklasifikasikan menjadi diurnal, nokturnal, ekstended,dll. Seringkali antesis mengacu pada membukanya. Kantong serbuk sari dan kemudian melepaskan serbuk sari.

APOMIKSIS

Istilah umum yang mencakup semua bentuk reproduksi aseksual yang cendrung menggantikan regenerasi seksual. Sering digunakan dalam mengartikan produksi benih tanpa terjadinya pembuahan. Tergantung dari tipe apomiksis, jenis yang melakukan apomiksis biasanya secara genetik identik dengan asal tanamannya (ortet).

DEFINISI POHON


Definisi Pohon ialah tumbuhan dengan batang dan cabang yang berkayu. Kayu dari pohon terdiri dari jaringan pembuluh kayu (xylem) dan jaringan pembuluh tapis (floem). Di antara kedua jaringan ini terdapat lapisan kambium yang membuat pohon bertambah besar diameternya. Pengertian dari Pohon biasa juga disebut pokok. Pohon memiliki batang utama yang tumbuh tegak, menopang tajuk pohon.




Pohon berbeda dengan semak melalui bentuk dan ukurannya. Semak juga memiliki batang berkayu, tetapi tidak tumbuh tegak.

Pisang sering dikatakan "pohon pisang" tetapi sebenarnya tidak demikian karena pisang tidak mempunyai batang yang berkayu.

Pohon-pohon yang kecil yang tidak bertambah tinggi lagi hanya sebagai tumbuhan penutup tanah disebut semak dan perdu.

Jenis-jenis mawar hias lebih tepat disebut semak daripada pohon karena batangnya walaupun berkayu tidak berdiri tegak dan habitusnya cenderung menyebar menutup permukaan tanah.

Batang merupakan bagian utama pohon dan menjadi penghubung utama antara bagian akar, sebagai alat transportasi tumbuhan untuk mengumpulkan air dan mineral, dan bagian tajuk pohon (canopy).

Ukuran batang yang lebih kecil disebut cabang dan yang lebih kecil lagi adalah ranting, keduanya berfungsi memperluas ruang bagi pertumbuhan daun sehingga mendapat lebih banyak cahaya matahari dan juga menekan tumbuhan pesaing di sekitarnya.

Artikel Terkait :

Pemilihan Pohon Induk Plus


Dalam kegiatan pemilihan pohon induk/plus faktor yang perlu diperhatikan adatah pohon induk yang ditunjuk adalah pohon yang memiliki tingkat pertumbuhan di atas rata-rata dan berfenotipe unggul. Untuk memilih pohon induk, langkah-langkah yang dilakukan adalah :


a. Penentuan Titik Awal

Titik awal yang telah ditentukan pada peta kerja dicari pada titik ikatan alam atau ikatan lain yang memungkinkan. Titik awal merupakan tanda dimulainya pembuatan jalur batas areal.


b. Pembuatan Jalur Survey

Batas areal diusahakan berbentuk persegi empat dengan membuat rintisan pada patok batas inventarisasi dan identifikasi. Jalur survey, dibuat mengikuti jalur klon dan ulangan pada setiap klon (K1 U1, K1 U2, K1 U3 dan seterusnya). Pembuatan jalur kedua pada klon kedua dan seterusnya harus sejajar dengan jalur pertama dengan arah yang sama pula. Jumlah jalur yang dibuat disesuaikan dengan jumlah klon yang diinventarisasi dan diidentifikasi.


c. Pengukuran dan Pengamatan pohon

Pengukuran dan pengamatan pohon dilakukan terhadap letak/posisi pohon, klon, jumlah pohon, diameter pohon, tinggi pohon, fenotipe pohon (bentuk batang dan kondisi pohon.

• Tinggi Total Pohon

Tinggi pohon diukur dengan clinometer dan diolah datanya dengan menggunakan rumus :


T = t1 + { (a3-a1) x h } / 100


Keterangan:

T1= Tinggi Galah Ukur

a1 = Sudut Pengukuran dari Galah Ukur

a3 = Sudut Pengukuran ke Puncak Pohon

h = Jarak Pengukuran.

• Diameter

Ø = П x R

Keterangan :

Ø = Diameter Pohon

П = Constanta Untuk jari -jari Lingkaran ( 3,14 )

R = Keliling Lingkaran.

ü Kelurusan Batang

ü Kesilindrisan

ü Permukaan batang

ü Cacat


Apabila dalam pengamatan terdapat pohon yang memenuhi kriteria pohon induk/plus selanjutnya dilakukan penomoran dan penandaan pohon Induk/Plus dengan cat pada batang pohon pada ketinggian ±130 cm.


Artikel Terkait :

  1. Definisi Benih
  2. Definisi Benih Bermutu
  3. Kendala Penyediaan Benih Bermutu Genetik
  4. Definsi Sumber Benih
  5. Viabilitas Benih
  6. Vigor Benih
  7. Dormansi Benih
  8. Tipe Dormansi Benih
  9. Perlakuan Awal Dormansi Fisik
  10. Metabolisme Perkecambahan
  11. Pengaruh Suhu Selama Penyimpanan Terhadap Daya Kecambah Benih
  12. Penyimpanan Benih
  13. Periode Simpan Benih
  14. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan Benih





Definisi Sumber Benih

Definisi dan Pengertian Sumber benih adalah suatu individu atau tegakan baik yang tumbuh secara alami (hutan alam) ataupun yang ditanam (hutan tanaman) yang digunakan (ditunjuk, dibangun dan dikelola sebagai sumber benih). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 85/Kpts-II/ 2001, ada 6 klas atau kategori sumber benih tanaman hutan sebagai berikut:
  1. Zona pengumpulan benih,
  2. Tegakan benih teridentifikasi,
  3. Tegakan benih terseleksi,
  4. Areal produksi benih (APB),
  5. Tegakan benih provenan dan kebun benih

Sumber benih adalah Suatu tegakah hutan baik hutan alam maupun hutan tanaman yang ditunjuk atau dibangun khusus untuk dikelola guna memproduksi benih bermutu.

Pohon induk adalah suatu pohon yang berada pada hutan alam dimana benih atau bahan vegetatifnya diambil untuk dikembangkan.
Pohon plus adalah pohon yang diseleksi berdasarkan satu atau lebih criteria seleksi. Kriteria seleksi tergantung jenisnya dan tujuan akhir pemanfaatan pohon.
Sertifikasi sumber benih adalah proses pemberian sertifikat kepada sumber benih yang menginformasikan keadaan sumber benih yang bermutu.
Tegakan Benih Teridentifikasi adalah tegakan alam atau tanaman dengan kualitas rata-rata yang digunakan untuk menghasilkan benih dan lokasinya dapat teridentifikasi dengan tepat.
Tegakan benih Terseleksi adalah suatu tegakan alam atau tanaman dengan pohon fenotipe bagus untuk sifat-sifat penting (missal batang lurus, tidak cacat dan percabangan ringan)
Areal Produksi Benih adalah suatu area[ tegakan benih terseleksi yang kemudian ditingkatkan kualitasnya melalui penebangan pohon-pohon jelek dan dipelihara agar menghasilkan benih berlimpah
Tegakan benih provenan adalah tegakan yang dibangun dari benih yang provenannya tetah teruji dan diketahui keunggulannya.
Kebun benih klon adalah sumber benih yang dibangun dengan bahan vegetatif (misalnya : ranting, tunas, mata tunas dan lain-lain) yang berasal dari pohon plus.
Kebun benih semai adalah sumber benih yang dibangun dengan benih yang berasal dari pohon plus.
Kebun pangkas adalah pertanaman yang dibangun untuk tujuan khusus sebagai penghasil bahan stek. Kebun pangkas dikelola intensif dengam pemangkasan, pemupukan, dsb untuk meningkatkan produksi bahan stek. Kebun pangkas dibangun dari benih atau bahan vegetatif yang dikumpulkan dari pohon plus.
Keberhasilan dan kualitas tanaman sangat tergantung kepada sumber benih yang digunakan. Benih dari Areal Produksi Benih (APB) yang terbaik dapat meningkatkan volume 5-12% dibandingkan benih dari tegakan benih. Penggunaan benih dari kebun benih klonal dapat menghasilkan peningkatan volume 5-10% dibandingkan dengan APB. Sedangkan penggunaan benih dari kebun benih klonal dapat menghasilkan peningkatan volume sebesar 12 % dibandingkan dengan tegakan benih.
Pohon plus jati di Jawa terdapat sebanyak 182 pohon, tersebar di Jawa Tengah sebanyak 111 pohon (8 KPH) dengan produksi benih 55,5 - 333 kg/tahun, di Jawa Timur sebanyak 53 pohon (6 KPH) dengan produksi benih 26,5 - 159 kg/tahun, sedangkan di Jawa Barat sebanyak 18 pohon (8 KPH) dengan produksi benih 9 - 54 kg/tahun.

Artikel Terkait :

ENDEMIK DAERAH

JURNAL PENELITIAN

Paling Populer