Showing posts with label Benih Bermutu Genetik. Show all posts
Showing posts with label Benih Bermutu Genetik. Show all posts

ZONA PENGUMPULAN BENIH

Pengertian dan Definisi Zona Pengumpulan Benih dalam Kamus Pemuliaan Pohon adalah zona pepohonan dengan komposisi genetik (ras) relatif seragam yang ditentukan melalui uji keturunan berbagai sumber benih.






Cakupan areal biasanya ditentukan dengan batas geografi, iklim  dan kondisi pertumbuhan. Suatu ras geografik tunggal mungkin dapat dibagi kedalam beberapa zona.





Zona Pengumpulan Benih merupakan salah satu klasifkasi Sumber Benih yang terendah, dari beberapa klasifikasi yang telah ditentukan.

Klasifikasi Sumber Benih :
  1. Zona pengumpulan benih,
  2. Tegakan benih teridentifikasi,
  3. Tegakan benih terseleksi,
  4. Areal produksi benih (APB),
  5. Tegakan benih provenan dan kebun benih

Artikel Terkait :







PENGERTIAN DAN DEFINISI KONSERVASI GEN

Pengertian dan definisi dari KONSERVASI GEN adalah Perlindungan dan pemeliharaan variasi genetik dari suatu spesies dalam rangka menjaga sumberdaya genetik untuk tujuan penelitian dan pemuliaan di masa depan.

Pengertian Konservasi Gen In Situ (In Situ Gene Conservation) adalah Perlindungan variasi genetik dari suatu spesies pada tapak atau lingkungan asa/aslinya, misalnya dengan membangun Hutan Lindung (Forest Reserves). Konservasi ini biasanya dilakukan dalam bentuk taman nasional atau wilayah yang dilindungi misalnya kawasan konservasi laut atau kawasan konservasi laut daerah. Pada  metode konservasi in  situ, spesies  target  dijaga  di  dalam  ekosistem  di  mana spesies  berada  secara  alami;  tataguna  lahan  terbatas  pada  kegiatan  yang  tidak memberikan  dampak  merugikan  pada  tujuan  konservasi  habitat;  dan  regenerasi spesies target tanpa manipulasi manusia.

http://irwanto.info/blok-khusus-pada-kphp-wae-bubi-seram-timur-provinsi-maluku/

Pengertian Konservasi Gen Ex Situ (Ex Situ Gene Conservation) adalah Perlindungan variasi genetik dari suatu spesies di luar tapak atau lingkungan asal/aslinya, misalnya pembangunan hutan tanaman (Plantations). Konservasi Gen Ex Situ merupakan    proses    melindungi    spesies    mahluk hidup    (langka)    dengan mengambilnya  dari  habitat  yang  tidak  aman  atau  terancam  dan menempatkannya di  bawah  perlindungan  manusia.  Secara  in  vivo  konservasi ex  situ dilakukan dengan  mempertahankan  hidup  populasi  aktif  di  luar  lingkungan  asal  spesies.

Sedangkan secara in vitro konservas ex situ dapat berupa konservasi semen, oosit, embrio  atau  sel somatik  dalam  nitrogen  cair.  Konservasi  jenis ex  situ ini  dapat dilakukan  di gene  bank atau kebun  raya.  Di  dalam gene  bank, koleksi  dapat disimpan  dalam  bentuk  benih,  jaringan  secara in  vitro, atau  dalam  bentuk  kalus yang belum terdeferensiasi dalam nitrogen cair.


Pengertian Konservasi secara sederhana adalah pelestarian atau perlindungan.  Kata konservasi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, Conservation (Inggris) yang artinya pelestarian atau perlindungan. Dalam ilmu lingkungan, Konservasi didefinisikan sebagai berikut :
  • Tindakan efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  • Usaha perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
  • Kegiatan suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  • Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Artikel Terkait :

PENGERTIAN PEMBUAHAN DAN PEMBUAHAN GANDA

Pengertian PEMBUAHAN adalah Penggabungan inti dan unsur sel lain yang penting pada gamet jantan (sperma) dengan seluruh gamet betina (telur) membentuk zigot. Dalam beberapa spesies, pembuahan dapat terjadi berbulan-bulan setelah penyerbukan.



Sedangkan pengertian dan definisi dari PEMBUAHAN GANDA adalah  proses unik bagi Angiospermae, dimana satu dari dua inti (nuclei) sperma yang berasal dari unit tabung serbuk sari dengan inti (nucleus) telur membentuk zigot diploid dan inti (nucleus) sperma lain bergabung dengan dua inti (nuclei) dari kantung embrio membentuk endosperma triploid.


Artikel Terkait :



DEFINISI DAN PENGERTIAN CABUTAN (TANAMAN)

 

Definisi dan Pengertian Cabutan adalah salah satu cara pembiakan vegetatif tanaman dengan mengambil bibit atau mencabut bibit dari tempat tumbuhnya, tanpa menyertakan tanah yang melingkupi tanaman tersebut. Cabutan merupakan bentuk bibit yang berasal dari pembiakan generatif (berasal dari biji).




Pada waktu pemindahan semai biasanya terjadi kerusakan akar yang mengakibatkan sistem perakaran dengan bagian di atas tanah tidak seimbang.




Bibit-bibit tersebut akan cepat kering dan kehilangan daya hidupnya karena air dan karbohidrat terus terbuang lewat penguapan, sementara sistem perakarannya belum berfungsi. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal itu antara lain :
  1. dengan mengurangi daun terutama daun muda yang mempunyai lapisan kutikula tipis;
  2. pemangkasan cabang atau batang, tetapi cara ini mengandung resiko karena adanya luka-luka bekas potongan akan memudahkan masuknya patogen penyebab penyakit.
  3. bibit yang dipindahkan dibungkus jadi satu dan diusahakan agar akar-akarnya tertutup rapat sedang bagian atas dibiarkan terbuka;
  4. pada waktu pengangkutan diusahakan semai dalam kondisi basah/lembab, biasanya tanah diikutsertakan atau dibiarkan terbuka, tetapi kelembabannya harus tetap terjaga.




BAGIAN GENERATIF DAN VEGETATIF PADA TUMBUHAN



Tumbuhan mempunyai struktur secara morfologi yang bisa diamati dari tampakan luarnya. Organ-organ tumbuhan mempunyai struktur dan fungsinya masing-masing seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.


Organ pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu bagian generatif dan vegetatif.
Bagian Generatif :
  • Bunga
  • Buah
  • Biji
Bagian Vegetatif :
  • Akar
  • Batang
  • Daun
Untuk perkembangbiakan tanaman dipakai bagian-bagian dari tumbuhan baik bagian generatif maupun bagian vegetatif. Pembiakan secara generatif dengan mempergunakan biji yang akan disebut "benih". Pengertian dan istilah benih merupakan biji yang disiapkan untuk penanaman. Pembiakan secara vegetatif, yaitu pembiakan yang menggunakan bagian vegetatif dari tanaman seperti akar, batang dan daun.

Artikel Terkait :

DEFINISI DAN PENGERTIAN PEMBIAKAN VEGETATIF



Definisi dan Pengertian Pembiakan Vegetatif adalah suatu cara pembiakan/perbanyakan tanaman dengan menanam bagian vegetatif dari tanaman yang bersangkutan, baik berupa akar, batang dan daun.


Pembiakan secara vegetatif mempunyai keuntungan dan kelebihan, antara lain untuk :
  • perkembangbiakan tanaman yang tidak menghasilkan biji tetapi jumlahnya terbatas,
  • tanaman yang bijinya sukar diperoleh,
  • tanaman yang mempunyai kapasitas daya kecambah (viabilitas) rendah,
  • tanaman yang periode pemanenannya lama,
  • tanaman yang bijinya mudah terserang hama dan penyakit,
  • tanaman yang bijinya mengalami kegagalan dalam perkecambahan,
  • biayanya lebih murah dan pengerjaannya lebih mudah,
  • dapat menghasilkan tanaman yang bagus dan indah,
  • tanaman yang dihasilkan akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya.
Berdasarkan bagian tanaman yang diambil pembiakan vegetatif dapat dibedakan menjadi 2 kelompok;

Pertama, bagian yang dipergunakan untuk pembiakan vegetatif adalah bagian tanaman yang telah mempunyai semua organ lengkap, seperti daun, cabang, batang pokok dan akar. Dalam kelompok ini dikenal dengan beberapa cara pembiakan vegetatif seperti : stek, merunduk, cangkok, dll.

Kedua, bagian yang digunakan untuk pembiakan vegetatif adalah bagian tanaman lain yang digabungkan pada tanaman bersangkutan. Dalam kelompok ini dikenal seperti cara pembiakan vegetatif dengan cara mengenten atau menyambung (grafting) dan okulasi.

Artikel Terkait :

PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN MENGGUNAKAN STEK


Pengertian dan definisi dari stek adalah suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar. Dengan dasar itu maka muncullah istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan sebagainya. Definisi lain dari stek adalah salah satu cara pembiakan tanaman tanpa melalui proses penyerbukan (generatif) tetapi dengan jalan pemotongan batang, cabang, akar muda, pucuk, atau daun dan menumbuhkannya dalam media padat atau cair sebelum dilakukan penyapihan.

Tanaman yang dihasilkan dari stek biasanya mempunyai sifat persamaan dalam umur, ukuran tinggi, ketahanan terhadap penyakit dan sifat-sifat lainnya. Selain itu kita juga memperoleh tanaman yang sempurna yaitu tanaman yang mempunyai akar, batang, dan daun yang relatif singkat.

Stek batang adalah tipe stek yang paling umum dipakai dalam bidang kehutanan. Stek batang didefinisikan sebagai pembiakkan tanaman dengan menggunakan bagian batang yang dipisahkan dari induknya, sehingga menghasilkan tanaman yang sempurna. Stek batang sebaiknya diambil dari bagian tanaman ortotrof sehingga diharapkan dapat membentuk suatu batang yang pokok dan lurus keatas.

Keuntungan dari stek batang adalah pembiakkan ini lebih efisien jika dibandingkan dengan cara lain karena cepat tumbuh dan penyediaan bibit dapat dilakukan dalam jumlah yang besar. Sedangkan kesulitan yang dihadapi adalah selang waktu penyimpanan relatif pendek antara pengambilan dan penanaman.

 

Artikel Terkait :

 

 

Kebun Benih


Kebun Benih adalah Suatu tanaman benih klon atau bibit dari biji pohon pilihan biasanya dengan kualitas genetik yang sudah terjamin. Tanaman isolasi dari pengurangan penyerbukan dari luar, penebangan pohon yang tidak diinginkan dan dikelola sejak dini untuk memproduksi benih skala besar.
  1. Kebun Benih Semai (Seedling Seed Orchard / SSO); Kebun benih dibangun dari induk terpilih melalui penyerbukan alam atau terkontrol.
  2. Kebun Benih Klonal (Clonal Seed Orchard / CSO ); Kebun benih dibangun dari klon terpilih dan diperbanyak dari sambungan, okulasi, cangkok atau stek akar dan batang.
  3. Kebun Benih Semai Ekstensif (Extensive Seedling Seed Orchard / ESSO ); Tegakan dibangun dengan bahan khusus dari campuran seimbang benih tidak kurang dari 60 induk terbaik (disarankan yang daya gabung dan sifat unggulnya telah terbukti) dan secara berangsur-angsur dijarangi. Identitas famili tidak dipertahankan di lapangan. lihat Arboretum pemuliaan, Benih Pohon yang bersertifikat, Klon, Isolasi, Zona dilusi serbut sari, Areal produksi benih, Benih dari tegakan terseleksi.

Definisi Sumber Benih

Definisi dan Pengertian Sumber benih adalah suatu individu atau tegakan baik yang tumbuh secara alami (hutan alam) ataupun yang ditanam (hutan tanaman) yang digunakan (ditunjuk, dibangun dan dikelola sebagai sumber benih). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 85/Kpts-II/ 2001, ada 6 klas atau kategori sumber benih tanaman hutan sebagai berikut:
  1. Zona pengumpulan benih,
  2. Tegakan benih teridentifikasi,
  3. Tegakan benih terseleksi,
  4. Areal produksi benih (APB),
  5. Tegakan benih provenan dan kebun benih

Sumber benih adalah Suatu tegakah hutan baik hutan alam maupun hutan tanaman yang ditunjuk atau dibangun khusus untuk dikelola guna memproduksi benih bermutu.

Pohon induk adalah suatu pohon yang berada pada hutan alam dimana benih atau bahan vegetatifnya diambil untuk dikembangkan.
Pohon plus adalah pohon yang diseleksi berdasarkan satu atau lebih criteria seleksi. Kriteria seleksi tergantung jenisnya dan tujuan akhir pemanfaatan pohon.
Sertifikasi sumber benih adalah proses pemberian sertifikat kepada sumber benih yang menginformasikan keadaan sumber benih yang bermutu.
Tegakan Benih Teridentifikasi adalah tegakan alam atau tanaman dengan kualitas rata-rata yang digunakan untuk menghasilkan benih dan lokasinya dapat teridentifikasi dengan tepat.
Tegakan benih Terseleksi adalah suatu tegakan alam atau tanaman dengan pohon fenotipe bagus untuk sifat-sifat penting (missal batang lurus, tidak cacat dan percabangan ringan)
Areal Produksi Benih adalah suatu area[ tegakan benih terseleksi yang kemudian ditingkatkan kualitasnya melalui penebangan pohon-pohon jelek dan dipelihara agar menghasilkan benih berlimpah
Tegakan benih provenan adalah tegakan yang dibangun dari benih yang provenannya tetah teruji dan diketahui keunggulannya.
Kebun benih klon adalah sumber benih yang dibangun dengan bahan vegetatif (misalnya : ranting, tunas, mata tunas dan lain-lain) yang berasal dari pohon plus.
Kebun benih semai adalah sumber benih yang dibangun dengan benih yang berasal dari pohon plus.
Kebun pangkas adalah pertanaman yang dibangun untuk tujuan khusus sebagai penghasil bahan stek. Kebun pangkas dikelola intensif dengam pemangkasan, pemupukan, dsb untuk meningkatkan produksi bahan stek. Kebun pangkas dibangun dari benih atau bahan vegetatif yang dikumpulkan dari pohon plus.
Keberhasilan dan kualitas tanaman sangat tergantung kepada sumber benih yang digunakan. Benih dari Areal Produksi Benih (APB) yang terbaik dapat meningkatkan volume 5-12% dibandingkan benih dari tegakan benih. Penggunaan benih dari kebun benih klonal dapat menghasilkan peningkatan volume 5-10% dibandingkan dengan APB. Sedangkan penggunaan benih dari kebun benih klonal dapat menghasilkan peningkatan volume sebesar 12 % dibandingkan dengan tegakan benih.
Pohon plus jati di Jawa terdapat sebanyak 182 pohon, tersebar di Jawa Tengah sebanyak 111 pohon (8 KPH) dengan produksi benih 55,5 - 333 kg/tahun, di Jawa Timur sebanyak 53 pohon (6 KPH) dengan produksi benih 26,5 - 159 kg/tahun, sedangkan di Jawa Barat sebanyak 18 pohon (8 KPH) dengan produksi benih 9 - 54 kg/tahun.

Artikel Terkait :

Kendala Kendala Penyediaan Benih Bermutu Genetik

http://www.pacificseed.com/images/seeds.gif


Dalam usaha merehabilitasi hutan dan meningkatkan pembangunan hutan dimasa datang, keberhasilan sangat ditentukan oleh penyediaan benih yang berkualitas, yaitu unggul secara genetik, tersedia dalam jumlah yang cukup dan yang juga tidak kalah penting adalah kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Benih bermutu genetik unggul hanya dapat diperoleh dari sumber benih yang dikelola dengan baik, yaitu menerapkan pengetahuan pemuliaan pohon dalam pengelolaannya. Benih genetik unggul akan dapat meningkatkan kualitas pohon, volume produksi kayu persatuan luas serta dapat memperpendek daur tanaman sehingga dapat menguntungkan dalam pengusahaannya.

Beberapa aspek yang merupakan kendala dalam penyediaan benih bermutu genetik unggul tersebut antara lain:
  1. Masih kurangnya sumber-sumber benih seperti kebun benih dan tegakan benih lainnya yang secara khusus memang diperuntukkan untuk menghasilkan benih yang berkualitas genetik tinggi.
  2. Lemahnya manajemen tentang pembangunan dan pemeliharaan sumber benih, sehingga sumber yang ada belum dimanfaatkan secara baik oleh pengelola, pemilik dan pengguna.
  3. Lemahnya sistem evaluasi sumber benih sehingga berdampak pada belum optimumnya pemanfaatan sumber benih.
  4. Aspek lain seperti belum diterapkannya metoda dan atau teknik pembangunan sumber benih yang baik.

Benih yang berkualitas dapat diperoleh dari sumber benih. Tegakan sumber benih bisa berupa tegakan hutan alam atau hutan tanaman yang dibangun dengan jenis tanaman tertentu, yang memiliki nilai ekonomis, komersil yang tinggi, kualitas kayu yang baik dan merupakan tanaman unggulan daerah setempat.

Untuk menjawab kebutuhan benih berkualitas perlu diidentifikasi dan dideskrispsi suatu sumber benih sesuai keputusan Dirjen RLPS No : 101 /Kpts/V/2002 tentang Pedoman Sertifikasi Sumber Benih Tanaman Hutan.



Artikel Terkait :

ENDEMIK DAERAH

JURNAL PENELITIAN

Paling Populer