Showing posts with label Biomasa. Show all posts
Showing posts with label Biomasa. Show all posts

PERBEDAAN GASIFIKASI DENGAN PEMBENTUKAN BIOGAS

Gasifikasi adalah proses yang berbeda dengan proses pembakaran maupun proses pembentukan biogas. Perbedaan gasifikasi dengan pembakaran terletak pada jumlah oksigen yang digunakan dalam proses, serta produk yang dihasilkan. Proses pembakaran menggunakan oksigen yang melebihi kebutuhan stokiometrik, selain itu produk yang dihasilkan berupa energi panas dan gas yang tidak terbakar. Sementara itu, proses gasifikasi sangat bergantung pada reaksi kimia yang terjadi pada temperatur di atas 700° C. Hal inilah yang membedakannya dengan proses biologis seperti proses anaerobik yang menghasilkan biogas.


Sumber : http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/618/jbptitbpp-gdl-rizaazhari-30855-3-2008ta-2.pdf

Artikel Terkait :
  1. Definisi Bioenergi atau Energi Biomassa.
  2. Definisi dan Pengertian Biomassa.
  3. Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
  4. Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  5. Bintangur Pantai (Callophylum inophylum L ) Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya.
  6. Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata (L.) Pierre) Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  7. Kajian Tekno-Ekonomi Produksi Fuel Grade Ethanol dari Nira Aren (Arenga pinnata) dan Kelapa sebagai Sumber Energi Engine Alternatif.
  8. Perbedaan Gasifikasi dengan Pembentukan Biogas
  9. Pengertian dan Definisi Gasifikasi Biomassa
  10. Tahapan Proses Gasifikasi Biomassa untuk Bioenergi

PENGERTIAN DAN DEFINISI GASIFIKASI BIOMASSA

Pengertian dan Definisi dari Gasifikasi merupakan proses produksi gas kayu atau bahan nabati lain untuk menghasilkan gas kotor, syngas atau biogas. Gas tersebut bisa dibakar langsung untuk dimanfaatkan energinya atau diubah menjadi tenaga listrik. Upaya membuat alat penghasil gas kotor yang telah dipisahkan dari tar dan partikel padat serta gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar langsung untuk kompor rumah tangga.


Alat gasifikasi dalam skala sangat kecil bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan bahan baku kayu atau bahan nabati lainnya.

Sumber :  http://pustekolah.org

Artikel Terkait :
  1. Definisi Bioenergi atau Energi Biomassa.
  2. Definisi dan Pengertian Biomassa.
  3. Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
  4. Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  5. Bintangur Pantai (Callophylum inophylum L ) Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya.
  6. Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata (L.) Pierre) Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  7. Kajian Tekno-Ekonomi Produksi Fuel Grade Ethanol dari Nira Aren (Arenga pinnata) dan Kelapa sebagai Sumber Energi Engine Alternatif.
  8. Perbedaan Gasifikasi dengan Pembentukan Biogas
  9. Pengertian dan Definisi Gasifikasi Biomassa
  10. Tahapan Proses Gasifikasi Biomassa untuk Bioenergi

TAHAPAN PROSES GASIFIKASI BIOMASSA UNTUK BIOENERGI

Tahapan proses gasifikasi melalui reaksi kimia pada temperatur tinggi antara biomassa dengan udara.
  • Tahap pengeringan. Akibat pengaruh panas, biomassa mengalami pengeringan pada temperatur sekitar100°C.
  • Tahap pirolisis. Bila temperatur mencapai 250°C, biomassa mulai mengalami proses pirolisis yaitu perekahan molekul besar menjadi molekul-molekul kecil akibat pengaruh temperatur tinggi. Proses ini berlangsung sampai temperatur 500°C. Hasil proses pirolisis ini adalah arang, uap air, uap tar, dan gas- gas.
  • Tahap reduksi. Pada temperatur di atas 600°C arang bereaksi dengan uap air dan karbon dioksida. Untuk menghasilkan hidrogen dan karbon monoksida sebagai komponen utama gas hasil.
  • Tahap oksidasi. Sebagian kecil biomassa atau hasil pirolisis dibakar dengan udara untuk menghasilkan panas yang diperlukan oleh ketiga tahap tersebut di atas. Proses oksidasi (pembakaran) ini dapat mencapai temperatur 1200°C, yang berguna untuk proses perekahan tar lebih lanjut. 

 Proses Gasifikasi

Sumber : http://esptk.fti.itb.ac.id/herri/   Prof. Dr. Herri Susanto

Artikel Terkait :
  1. Definisi Bioenergi atau Energi Biomassa.
  2. Definisi dan Pengertian Biomassa.
  3. Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
  4. Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  5. Bintangur Pantai (Callophylum inophylum L ) Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya.
  6. Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata (L.) Pierre) Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  7. Kajian Tekno-Ekonomi Produksi Fuel Grade Ethanol dari Nira Aren (Arenga pinnata) dan Kelapa sebagai Sumber Energi Engine Alternatif.
  8. Perbedaan Gasifikasi dengan Pembentukan Biogas
  9. Pengertian dan Definisi Gasifikasi Biomassa
  10. Tahapan Proses Gasifikasi Biomassa untuk Bioenergi

 

PENGERTIAN PEMOTONGAN CABANG (PRUNNING)


 

Pengertian dari Pemotongan Cabang (Prunning) adalah suatu tindakan pemeliharaan tegakan dengan cara memotong cabang-cabang dari batang pohon-pohon yang relative muda, dengan tujuan agar dapat diperoleh batang yang bebas dari mata kayu, dengan kualitas yang lebih baik. Memang cabang-cabang tersebut sebetulnya dapat tanggal secara alamiah khususnya apabila jarak antara pohon rapat, namun demikian telah diketahui bahwa rapatnya jarak antar pohon, juga akan dapat mengurangi volume produksi yang laku dijual dari suatu tegakan.



 

Perlakuan yang berupa pemotongan cabang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan tegakan, yang memerlukan dana cukup mahal, dengan hasil yang nilainya sangat rendah, sebagai kayu bakar, atau mungkin tidak laku dijual. Biaya pemotongan cabang tentunya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang sangat mahal, tergantung dari jumlah pohon yang dipangkas per hektar, juga jumlah dan ukuran dari cabang, tinggi pemotongan cabang, kecepatan pertumbuhan, tingkat suku bunga yang dibebankan pada investasi modal, serta waktu yang diperlukan, sampai dengan tegakan tersebut siap panen.


Karena hasil dari pemotongan cabang niainya sangat rendah, maka kegiatan ini lebih cendrung sebagai bagian dari investasi modal. Tindakan tersebut dapat diterima secara ekonomis, apabila biaya yang diperlukan  nilainya lebih rendah dari selisih antara nilai batang yang dipotong cabangnya, dengan yang tidak dipotong pada akhir daur, walaupun prediksi untuk hal ini bukan merupakan sutu hal mudah.


Dari penelitian yang ada, dilaporkan bahwa tindakan pemotongan cabang pada beberapa jenis tertentu dengan waktu tertentu, telah memberikan keuntungan finansial yang lebih dibanding dengan yang tidak. Pemotongan cabang biasanya dilakukan terhadap pohon-pohon yang relatif muda, dan hanya cabang-cabang  yang berada pada bawah dari batang. Karena bagian batang inilah yang mempunyai nilai paling tinggi,  dan biaya pemotongan cabang akan semakin tinggi dengan semakin tingginya letak cabang tersebut.

DEFINISI BIOENERGI ATAU ENERGI BIOMASSA


Definisi dari Bioenergi adalah energi yang berasal dari biomassa. Sedangkan Pengertian dari Biomassa adalah Jumlah bahan hidup yang terdapat di dalam satu atau beberapa jenis organism yang berada di dalam habitat tertentu. Biomasa pada umumnya dinyatakan dalam berat kering organisme persatuan luas habitat, yang dinyatakan dalam kg/m2, atau kg/m3. Biomasa adalah salah satu sumberdaya hayati, merupakan energi matahari yang telah ditransformasi menjadi energi kimia oleh tumbuhan berhijau daun. Ada yang mendefinisikan Biomassa sebagai bahan-bahan organik berumur relatif muda dan berasal dari tumbuhan atau hewan; produk & limbah industri budidaya (pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan).

Bioenergi merupakan sektor perekonomian energi dunia yang paling dinamis dan berubah cepat. Pertumbuhan pesat industri bahan bakar nabati (BBN, liquid biofuels) memasok sekitar 10 % dari kebutuhan energi dunia dan merupakan 78 % dari seluruh pasokan energi terbarukan.

Bangsa Indonesia mempunnyai biodiversitas dan lahan potensial yang amat besar, harus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memperkuat ketersediaan pasokan energi dan neraca pembayaran negara, membuka banyak lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, melancarkan pertumbuhan ekonomi yang merata, dan turut meredam emisi gas-gas rumah kaca.

Produksi bioenergi dapat dihasilkan dari residu dan limbah pemanenan serta pengolahan pangan memiliki makna penting dalam mengefisienkan (memperkuat struktur & daya saing) industri pangan domestik (residu seperti sekam, jerami, bagas, tetes, tandan kosong sawit, dll).

Pemanfaatan bioenergi di Indonesia masih rendah bila dibandingkan ketersediaan biomassa yang melimpah. Pemanfaatan biomassa untuk bioenergi negara kita masih tertinggal jauh dari Thailand yang mempunyai produksi lebih rendah.

Indonesia yang mempunyai hutan hujan tropis yang kaya akan sumberdaya alam nabati menyediakan beranekaragam tumbuhan yang bisa dijadikan bahan bakar terbarukan. Dengan jumlah pulau-pulau lebih dari 17.000 pulau membuat Indonesia kaya potensi biomassa di darat maupun di laut.

Potensi dari tumbuhan-tumbuhan energi multiguna kawasan tropik seperti : pogam/kranji/mabai (Pongamia pinnata), nyamplung/bintangur (Calophyllum inophyllum), nimba (Azadirachta indica), gatep pait (Samadera indica), jarak pagar (Jatropha curcas), kelor (Moreinga oleifera), kacang hiris (Cajanus cajan), sukun (Artocarpus altilis), Aren (Arenga pinnata), Sagu (Metroxylon sp) dan aneka alga mikro.
Konversi biomassa menjadi bioenergi dapat melalui beberapa cara yaitu Pembakaran Langsung, Konversi Termokimiawi, dan Konversi Biokimiawi. Konversi Termokimiawi pada akhirnya menghasilkan bahan bakar cair dan biodiesel, konversi biokimiawi dengan cara pencernaan kimiawi menghasilkan gas metan sedangkan konversi biokimiawi dengan fermentasi hidrolisis menghasilkan etanol.

Artikel Terkait :
  1. Definisi Bioenergi atau Energi Biomassa.
  2. Definisi dan Pengertian Biomassa.
  3. Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
  4. Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  5. Bintangur Pantai (Callophylum inophylum L ) Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya.
  6. Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata (L.) Pierre) Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  7. Kajian Tekno-Ekonomi Produksi Fuel Grade Ethanol dari Nira Aren (Arenga pinnata) dan Kelapa sebagai Sumber Energi Engine Alternatif.
  8. Perbedaan Gasifikasi dengan Pembentukan Biogas
  9. Pengertian dan Definisi Gasifikasi Biomassa
  10. Tahapan Proses Gasifikasi Biomassa untuk Bioenergi

PENGERTIAN BIOMASSA

Pengertian dari Biomasa adalah Jumlah bahan hidup yang terdapat di dalam satu atau beberapa jenis organisme yang berada di dalam habitat tertentu. Biomasa pada umumnya dinyatakan dalam berat kering organisme persatuan luas habitat, yang dinyatakan dalam kg/m2, atau kg/m3. Biomasa adalah salah satu sumberdaya hayati, merupakan energi matahari yang telah ditransformasi menjadi energi kimia oleh tumbuhan berhijau daun.

Biomasa adalah semua bahan organik dari tumbuhan tersebut, mulai dari akar, batang, cabang, bunga, buah, biji dan daun. Biomasa yang berupa kayu merupakan sumber energi yang telah dimanfaatkan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, dan masih terus dimanfaatkan hingga sekarang, khususnya di daerah pedesaan pada negara yang sedang berkembang.


Tumbuhan memerlukan banyak unsur hara, untuk hidup dan pertumbuhannya. Unsur-unsur hara tersebut akhirnya akan dikembalikan ke lantai hutan dalam bentuk biomasa yang berupa serasah (bahan organik). Produktivitas serasah dari suatu ekosistem hutan, antara lain dipengaruhi oleh posisi garis lintang, tempat hutan itu berada, dengan produksi maksimum pada hutan di daerah sekitar khatulistiwa (tropis). Semakin ke utara atau ke selatan, produksinya akan semakin berkurang. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa produktivitas biomasa (serasah) pada hutan hujan tropis, kurang lebih sebanyak 10 ton/ha/tahun, sementara pada daerah sedang dan subartik, masing-masing sekitar 5 dan 3 ton/ha/tahun.


Artikel Terkait :
  1. Definisi Bioenergi atau Energi Biomassa.
  2. Definisi dan Pengertian Biomassa.
  3. Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
  4. Pengembangan Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  5. Bintangur Pantai (Callophylum inophylum L ) Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya.
  6. Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata (L.) Pierre) Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif.
  7. Kajian Tekno-Ekonomi Produksi Fuel Grade Ethanol dari Nira Aren (Arenga pinnata) dan Kelapa sebagai Sumber Energi Engine Alternatif.
  8. Perbedaan Gasifikasi dengan Pembentukan Biogas
  9. Pengertian dan Definisi Gasifikasi Biomassa
  10. Tahapan Proses Gasifikasi Biomassa untuk Bioenergi

Pengertian EKOSISTEM | Sistem Ekologi



"Pengertian EKOSISTEM" awalnya dibahas oleh seorang AHLI EKOLOGI berasal dari Inggris yang bernama A.G. TANSLEY pada tahun 1935. Konsep EKOSISTEM itu bukan merupakan konsep yang baru karena akhir tahun 1800-an, pernyataan-pernyataan resmi tentang istilah dan konsep yang berkaitan dengan EKOSISTEM mulai terbit cukup menarik dalam literatur-literatur ekologi di Amerika, Eropa, dan Rusia (Odum, 1993).

Beberapa PENGERTIAN dan DEFINISI tentang "EKOSISTEM" dapat dijelaskan dibawah ini:
  1. Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang di dalamnya terdapat hubungan antara struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam definisi ekosistem tersebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies (species diversity). Ekosistem yang mempunyai struktur yang kompleks, memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi. Sedangkan istilah fungsi dalam definisi ekosistem menurut A.G. Tansley berhubungan dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen komponen ekosistem.
  2. Ekosistem atau sistem ekologi adalah merupakan pertukaran bahan-bahan antara bagian-bagian yang hidup dan yang tak hidup di dalam suatu sistem. Ekosistem dicirikan dengan berlangsungnya pertukaran materi dan transformasi energi yang sepenuhnya berlangsung diantara berbagai komponen dalam sistem itu sendiri atau dengan sistem lain di luarnya.
  3. Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup dan kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan yang lainnya. Ekosistem mengandung keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas dengan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan interaksi kehidupan dalam alam (Dephut, 1997).
  4. Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi (Woodbury, 1954 dalam Setiadi, 1983).
  5. Ekosistem, yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di antara keduanya saling memengaruhi (Odum, 1993). Ekosistem dikatakan sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, memiliki relung ekologi secara lengkap, serta terdapat proses ekologi secara lengkap, sehingga di dalam unit ini siklus materi dan arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.
  6. Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi (UU Lingkungan Hidup Tahun 1997). Unsur-unsur lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.
  7. Ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (Soemarwoto, 1983). Tingkatan organisasi ini dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki komponen-komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi secara baik sehingga masing-masing komponen terjadi hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik terwujudkan dalam rantai makanan dan jaring makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi dan siklus materi.


komponen ekosistem

Komponen Ekosistem


Lingkungan ekosistem terdiri atas dua jenis :
  1. Lingkungan biotik (komponen makhluk hidup), misalnya hewan, tumbuh-tumbuhan dan mikroba.
  2. Lingkungan abiotik (komponen benda mati), misalnya cahaya, air, udara, tanah, dan energi.


komponen ekosistem

Lingkungan Biotik dan Abiotik

Dari sisi sumber makanan ekosistem memiliki 2 komponen yang biasanya secara bagian terpisah dalam ruang dan waktu yaitu:

(1). Komponen autotrofik (autotrophic). Kata autotrofik berasal dari kata autos artinya sendiri, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Komponen autotrofik, yaitu organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri berupa bahan organik berasal dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan klorofil dan energi utama berupa radiasi matahari. Oleh karena itu, organisme yang mengandung klorofil termasuk ke dalam golongan autotrof dan pada umumnya adalah golongan tumbuh-tumbuhan hijau. Pada komponen autotrofik terjadi pengikatan energi radiasi matahari dan sintesis bahan anorganik menjadi bahan organik kompleks.

(2). Komponen heterotrofik (heterotrofhic). Kata heterotrof berasal dari kata hetero artinya berbeda atau lain, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Komponen heterotrofik, yaitu organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik sebagai bahan makanannya, sedangkan bahan organik yang dimanfaatkan itu disediakan oleh organisme lain. Jadi, komponen heterotrofit memperoleh bahan makanan dari komponen autotrofik, kemudian sebagian anggota komponen ini menguraikan bahan organik kompleks ke dalam bentuk bahan anorganik yang sederhana dengan demikian, binatang, jamur, jasad renik termasuk ke dalam golongan komponen heterotrofik.


ekosistem


Ekosistem dari segi struktur terdiri dari 4 komponen :
  1. Komponen abiotik
  2. Komponen produsen
  3. Komponen konsumen (herbivora, carnivora dan omnivora)
  4. Komponen pengurai (dekomposer)


ekosistem



PUSTAKA :
  • Soerianegara, I dan Indrawan, A. 1988. Ekologi Hutan Indonesia. Laboratorium Ekologi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
  • Kusmana & Istomo, 1995. Ekologi Hutan : Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
  • Indriyanto, 2006. Ekologi Hutan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
  • Richard & Steven, 1988. Forest Ecosystem : Academic Press. San Diego. California.
  • Arief, A. 1994, Hutan Hakekat dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Yayasan Obor Indonesia Jakarta. 


 

Artikel Terkait :


Berbicara Tentang Hutan
big tree
Pohon-Pohon Menakjubkan
Ruang Lingkup Ekologi Hutan
Kuliah Kehutanan
Kuliah Biologi Umum
Kuliah Ekologi Umum
Kuliah Silvikultur
Kuliah Silvikultur Hutan Tropika
Tipe-tipe Hutan Tropis
Faktor-faktor yang mengontrol siklus
hara pada hutan hujan tropis
Proses Fotosintesis
Abrasi Pantai

ENDEMIK DAERAH

JURNAL PENELITIAN

Paling Populer