TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH

http://mertensiana.phys.ucalgary.ca/images/CassiopeAIT.jpg


Platform penginderaan jauh dirancang sesuai dengan beberapa tujuan khusus. Tipe sensor dan kemampuannya, platform, penerima data, pengiriman dan pemrosesan harus dipilih dan dirancang sesuai dengan tujuan tersebut dan beberapa faktor lain seperti biaya, waktu dan sebagainya.

1. Resolusi sensor

Rancangan dan penempatan sebuah sensor terutama ditentukan oleh karakteristik khusus dari target yang ingin dipelajari dan informasi yang diinginkan dari target tersebut. Setiap aplikasi penginderaan jauh mempunyai kebutuhan khusus mengenai luas cakupan area, frekuensi pengukuran dan tipe energi yang akan dideteksi. Oleh karena itu, sebuah sensor harus mampu memberikan resolusi spasial, spektral dan temporal yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

2. Resolusi spasial

Menunjukkan level dari detail yang ditangkap oleh sensor. Semakin detail sebuah studi semakin tinggi resolusi spasial yang diperlukan. Sebagai ilustrasi, pemetaan penggunaan lahan memerlukan resolusi spasial lebih tinggi daripada pengamatan cuaca berskala besar.

3. Resolusi spektral

Menunjukkan lebar kisaran dari masing-masing band spektral yang diukur oleh sensor. Untuk mendeteksi kerusakan tanaman dibutuhkan sensor dengan kisaran band yang sempit pada bagian merah.

4. Resolusi temporal

Menunjukkan interval waktu antar pengukuran. Untuk memonitor perkembangan badai, diperlukan pengukuran setiap beberapa menit. Produksi tanaman membutuhkan pengukuran setiap musim, sedangkan pemetaan geologi hanya membutuhkan sekali pengukuran.

5. Ground-Based Platform

Sensor diletakkan di atas permukaan bumi dan tidak berpindah-pindah. Sensornya biasanya sudah baku seperti pengkuran suhu, angin, pH air, intensitas gempa dan lain-lain. Biasanya sensor ini diletakkan di atas bangunan yang tinggi seperti menara.

6. Aerial Platform.

Biasanya diletakkan pada sayap pesawat terbang, meskipun platform airborne lain seperti balon udara, helikopter dan roket juga bisa digunakan. Digunakan untuk mengumpulkan citra yang sangat detail dari permukaan bumi dan hanya ditargetkan ke lokasi tertentu. Dimulai sejak awal 1900-an.

7. Satellite Platform.

Sejak awal 1960 an sensor mulai diletakkan pada satelit yang diposisikan pada orbit bumi dan teknologinya berkembang pesat sampai sekarang. Banyak studi yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin.


Artikel Terkait :

ELEMEN PENGINDERAAN JAUH REMOTE SENSING


Empat elemen dasar dari sistem Penginderaan Jauh adalah target, sumber energi, alur transmisi, dan sensor. Komponen dalam sistem ini bekerja bersama untuk mengukur dan mencatat informasi mengenai target tanpa menyentuh obyek tersebut. Sumber energi yang menyinari atau memancarkan energi elektromagnetik pada target mutlak diperlukan. Energi berinteraksi dengan target dan sekaligus berfungsi sebagai media untuk meneruskan informasi dari target kepada sensor. Sensor adalah sebuah alat yang mengumpulkan dan mencatat radiasi elektromagnetik. Setelah dicatat, data akan dikirimkan ke stasiun penerima dan diproses menjadi format yang siap pakai, diantranya berupa citra. Citra ini kemudian diinterpretasi untuk menyarikan informasi mengenai target. Proses interpretasi biasanya berupa gabungan antara visual dan otomatis dengan bantuan komputer dan perangkat lunak pengolah citra.

Contoh sistem penginderaan jauh adalah satelit pemantauan cuaca bumi. Dalam hal ini, target adalah permukaan bumi, yang melepaskan energi dalam bentuk radiasi infrared (atau energi panas). Energi merambat melalui atmosfer atau ruang angkasa untuk mencapai sensor, yang berada pada platform satelit. Beberapa level energi kemudian dicatat, dikirimkan ke stasiun penerima di bumi, dan diubah menjadi citra yang menunjukkan perbedaan suhu pada permukaan bumi. Dengan cara yang sama, sensor cuaca yang berada pada satelit mengukur energi cahaya yang nampak dari matahari ketika dipantulkan oleh permukaan bumi, dikirimkan melalui ruang angkasa kepada sensor, dicatat dan dikirimkan ke bumi untuk pemrosesan.

Bentuk lain penginderaan jauh yang banyak dikenal pada skala yang jauh lebih kecil adalah teknologi citra untuk kedokteran seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), Sonogram, dan X-Ray Imaging. Semua teknologi ini menggunakan beberapa bentuk energi untuk menghasilkan citra dari bagian dalam tubuh manusia. Berbagai bentuk energi yang dihasilkan dari sebuah mesin ditembakkan kepada target.

Sensor kemudian mengukur bagaimana energi ini diserap, dipantulkan atau dikirimkan ke arah lain oleh target, dan hasilnya akan dikumpulkan dalam bentuk sebuah citra. Teknologi ini sangat membantu dalam hal memeriksa sistem internal dalam tubuh manusia tanpa melakukan pembedahan.

Lebih jauh lagi penginderaan jauh memungkinkan kita untuk mempelajari hal-hal di luar planet bumi. Berbagai bentuk astronomi adalah contoh dari penginderaan jauh, karena target yang diteliti berada dalam jarak yang sangat jauh dari bumi sehingga kontak fisik tidak dimungkinkan. Astronomer menggunakan teleskop dan alat sensor lain. Informasi dicatat dan digunakan untuk mengambil kesimpulan mengenai ruang angkasa dan alam semesta.

Penginderaan jauh untuk lingkungan hidup adalah penelitian mengenai interaksi antara sistem alam di bumi menggunakan teknologi penginderaan jauh. Beberapa keuntungan menggunakan teknik Penginderaan jauh dalam hal ini adalah :
  1. Lebih luasnya ruang lingkup yang bisa dipelajari,
  2. Lebih seringnya sesuatu fenomena bisa diamati,
  3. Dimungkinkannya penelitian di tempat-tempat yang susah atau berbahaya untuk dijangkau manusia, seperti daerah kutub, kebakaran hutan, aktivitas gunung berapi dan lain-lain.
Artikel Terkait :

PENGINDERAAN JAUH / REMOTE SENSING



Beberapa pengertian dan definisi dari penginderaan jauh atau remote sensing adalah sebagai berikut :

  1. Penginderaan jauh adalah pengambilan atau pengukuran data/informasi mengenai sifat dari sebuah fenomena, obyek atau benda dengan menggunakan sebuah alat perekam tanpa berhubungan langsung dengan bahan studi.
  2. Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna (Curran, 1985 dalam Setiawan,2010).
  3. Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas jauh dari objek yang diindera (Colwell, 1984 dalam Setiawan,2010). Foto udara, citra satelit, dan citra radar adalah beberapa bentuk penginderaan jauh.
  4. Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh (Campbell, 1987 dalam Setiawan,2010). Hal ini biasanya berhubungan dengan pengukuran pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik.
Artikel Terkait :

Endosperm dalam Biji


Endosperm adalah jaringan cadangan makanan bagi embryo, mempunyai chromosone 3n (triploid) pada angiospermae dan n (haploid) pada gymnospermae. Endosperm pada angiospermae berasal dari penyatuan salah satu sperm cell yang haploid dengan dua pollar nuclei (triple fusion) sehingga terbentuk jaringan yang triploid.

Tiga tipe pembentukan endosperm
  1. Tipe nuclear
  2. Tipe cellular
  3. Tipe helobial

Makanan Cadangan dalam Biji

  • Karbohidrat
Karbohidrat merupakan bagian yang terbesar pada kebanyakan biji. Terdapat sebagai zat tepung (starch) dalam bentuk disaccharides dan polysaccharides, dijumpai dalam embryo maupun endosperm
  • Lemak (fats)
Lemak dan minyak umumnya terdapat di dalam tumbuhan baik pada organ vegetatif maupun pada organ reproduktif, tetapi lebih banyak dalam biji sebagai makanan cadangan.
  • Protein
Kadar protein pada biji legumes umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan biji tanaman family lainnya.


Artikel Terkait :

Embryo

Embryo adalah suatu tumbuhan kecil (miniature plant). Setelah selesai pembuahan, maka sel telur berubah menjadi zygote yang diploid. Melalui pembelahan sel zygote ini menjadi pro-embryo dan seterusnya menjadi embryo matang yang diploid. Artikel Terkait :

 


 

Pengertian Ovule



Pengertian dan definisi dari Ovule dapat diberi batasan sebagai nucellus yang dibungkus oleh integuments, atau suatu struktur di dalam ovary yang sesudah pembuahan berubah menjadi biji. Ovary berkembang menjadi buah.

Ovule merupakan salah satu bagian reproduktif dari tumbuhan. Bagian reproduktif dari tumbuhan secara umum adalah bunga, buah dan biji.


Artikel Terkait :

PENGERTIAN PEMBUAHAN


Buah yang kita makan sebagai pelengkap makanan dan menambah vitamin dalam tubuh, banyak dijual di pasaran. Namun apakah kita tahu bagaimana proses pembentukan buah.  Buah terbentuk dari bunga yang sudah mengalami proses penyerbukan dan pembuahaan. Lewat proses ini baru bisa terbentuk buah, yang di dalamnya terdapat biji yang merupakan bakal individu baru.

Pengertian dari Pembuahan (fertilization) adalah suatu peristiwa penyatuan salah satu inti sperma (sperm nucleus) yang dari pollen tube dengan inti telur (egg nucleus) berasal dari embryo sac.


Artikel Terkait :

Penyerbukan


Penyerbukan adalah Perpindahan atau jatuhnya tepungsari dari anther kepada stigma disebut penyerbukan (pollination)
  1. Penyerbukan sendiri (self pollination)
  2. Penyerbukan silang (cross polination)
Setelah Penyerbukan (Pollination) maka akan terjadi Pembuahan (fertilization).



Artikel Terkait :

Bioteknologi


Bioteknologi adalah Penerapan ilmu pengetahuan dan prinsip-prinsip teknologi dalam memproses suatu materi dengan menggunakan agen biologi untuk menghasilkan produk lanjutan dan layanan lainnya. Bioteknologi terdiri dari beberapa teknik penggunaan organisme hidup dan menghasilkan atau memodifikasi suatu produk, memuliakan tanaman atau binatang atau mengembangkan mikroorganisme untuk kepentingan ilmu pengetahuan. 

Artikel Terkait :

Kebun Benih


Kebun Benih adalah Suatu tanaman benih klon atau bibit dari biji pohon pilihan biasanya dengan kualitas genetik yang sudah terjamin. Tanaman isolasi dari pengurangan penyerbukan dari luar, penebangan pohon yang tidak diinginkan dan dikelola sejak dini untuk memproduksi benih skala besar.
  1. Kebun Benih Semai (Seedling Seed Orchard / SSO); Kebun benih dibangun dari induk terpilih melalui penyerbukan alam atau terkontrol.
  2. Kebun Benih Klonal (Clonal Seed Orchard / CSO ); Kebun benih dibangun dari klon terpilih dan diperbanyak dari sambungan, okulasi, cangkok atau stek akar dan batang.
  3. Kebun Benih Semai Ekstensif (Extensive Seedling Seed Orchard / ESSO ); Tegakan dibangun dengan bahan khusus dari campuran seimbang benih tidak kurang dari 60 induk terbaik (disarankan yang daya gabung dan sifat unggulnya telah terbukti) dan secara berangsur-angsur dijarangi. Identitas famili tidak dipertahankan di lapangan. lihat Arboretum pemuliaan, Benih Pohon yang bersertifikat, Klon, Isolasi, Zona dilusi serbut sari, Areal produksi benih, Benih dari tegakan terseleksi.

ENDEMIK DAERAH

JURNAL PENELITIAN

Paling Populer