
Jenis-jenis mangrove memiliki tuntutan dan siklus hidup yang berbeda-beda, sehingga komposisi hutan mangrove juga berbeda dari sutu tempat ke tempat lain. Hal ini disebabkan karena keberadaan komunitas hutan mangrove sangat bergantung pada faktor ekologisnya, antara lain :
- Tipe tanah, keras dan lembek, berpasir atau berlumpur dala berbagai perbandingan.
- Salinitas/kadar garam dalam per mil, dari variasi rata-rata harian maupun tahanan, yang secara kasar berkaitan dengan frekwensi.
- Lama serta dalamnya penggenangan yang dialami jenis tersebut.
- Ketahanan jenis-jenis mangrove terhadap kuat arus dan ombak.
Komposisi hutan mangrove terdiri dari asosiasi Avicenia spp, Sonneratia spp, Rhizophora spp, Bruguiera spp, Ceriops spp, Lumnitzera spp dan Xylocarpus spp. Nipa merupakan batas hutan mangrove dan hutan rawa atau hutan pantai. Susunan formasi dari masing-masing di atas sangat dipengaruhi oleh kadar garam yang semakin ke darat semakin berkurang.
Jenis pohon yang berbeda membentuk zonasi vegetasi antara tempat yang satu dengan yang lain berbeda. Zonasi adalah mintakat atau suatu daerah yang dicirikan oleh suatu organisme atau biota yang hidupnya melimpah dan mendominasi serta seragam pada daerah tertentu, zonasi tumbuhan mangrove mempunyai variasi pada lokasi yang berbeda.
Hutan mangrove memiliki zona tumbuh tertentu. Pembagian zona ini di mulai dari bagian yang paling kuat mengalami pengaruh angin dan ombak yakni zona terdepan yang digenangi air berkadar garam tinggi dan ditumbuhi pohon pionir (Sonneratia spp). Dari depan kebelakang zona tumbuh mangrove antara lain :
- Zona yang paling depan yakni ; tumbuhan Avicenia spp (api-api) yang berasosiasi dengan Sonneratia spp, zona ini menghadapi ombak, tanah berlumpur agak lembek dengan salinitas tinggi.
- Zona Rhizophora (mange-mange) umumnya didominasi dengan tanaman bakau jenis Rhizophora spp. Pada beberapa tempat berasosiasi dengan jenis seperti Bruguiera sp (tongke).
- Zona Bruguiera, umumnya didominasi oleh tanaman bakau jenis Bruguiera spp. Pada beberapa tempat sering dijumpai berasosiasi dengan jenis lain seperti Ceriops tagal. Salinitas sedang.
- Zona kering dan nipa. Pada zona ini salinitas airnya sangat rendah dan tanahnya keras serta kurang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Daerah ini umumnya didominasi oleh tumbuhan nipa (Nypa fruticans).
Artikel Terkait :
- Definisi Mangrove
- Peranan, Manfaat dan Fungsi Hutan Mangrove
- Suksesi Hutan Mangrove
- Manfaat Hutan Mangrove Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat Maluku
- Jenis - Jenis Tumbuhan Mangrove
- Hutan Mangrove dan Manfaatnya
- Keanekaragaman Fauna pada Habitat Mangrove
- Penyebaran Hutan Mangrove
- Struktur Hutan Mangrove
- Komposisi Jenis dan Zonasi Hutan Mangrove
- Zonasi Hutan Mangrove
- Sistim Silvikultur Hutan Mangrove
- Gambar-Gambar Hutan Mangrove
- Vegetasi-vegetasi di Tepi Pantai.







0 komentar:
Poskan Komentar