Daftar Referensi

  • Anette. E, Pokorny. B, and C. Sepp, 2000. Relevansi Pengelolaan Hutan Sekunder Dalam Kebijakan Pembangunan (Penelitian Hutan Tropika). Deutsche Gesellschaft Für Technische Zusammenarbeit (Gtz) Gmbh Postfach 5180 D-65726 Eschborn
  • Alrasyid, H, Marfuah, H. Wijayakusumah dan D. Hendrasyah, 1991. Vademikum Dipterocarpaceae. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.
  • Anonimous, 1994. PROSEA. Plan Resources of South – East. No. 5 (1). Timber Trees : Major Comercial Timbers. Bogor. Indonesia.
  • Anonimous, 2004. Kamus Pemuliaan Pohon. Departemen Kehutanan. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan. Jakarta.
  • Anonimous, 2004, Pedoman Teknis. Pembangunan Hutan Tanaman Meranti Prospektif, Sehat dan Lestari Melalui Pendekatan Silvikultur Intensif. Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan. Jakarta.
  • Anonimous, 2003. Panduan Teknologi Pengolahan Sukun Sebagai Bahan Pangan Alternatif. Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.
  • Anonimous, 1997. Ensiklopedi Kehutanan Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.
  • Anonimous 2001, Abstrak Hutan Dan Kehutanan- Agroforestry – 3 Pusdokinfo & Museum Taman Hutan Manggala Wanabakti (Manggala Wanabakti Documentation And Information Center & Museum Forest Park) Jakarta.
  • Anonimous, 1973. Daftar Nama Pohon-Pohonan Maluku Utara dan Selatan. Bagian Botani Hutan. Lembaga Penelitian Hutan. Bogor.
  • Anonimous, 1989. Tree Flora Of Indonesia. Check List For Maluku. Agency For Forestry Research and Development. Forest Research and Development Center. Bogor.
  • Anonimous, 1995, Penentuan Calon Kawasan Konservasi Laut di Pulau Marsegu dan sekitarnya. Provinsi Maluku. Dirjen Pembangunan Daerah Depdagri Bekerjasama dengan Direktorat Bina Kawasan Suaka Alam dan Konservasi Flora Fauna, Dephut. Jakarta.
  • Anonimous, 1997. Ensiklopedi Kehutanan Indonesia. Edisi Pertama. Departemen Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
  • Anonimous, 2002. Data dan Informasi Kehutanan Propinsi Maluku, Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan Badan Planologi Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta.
  • Anonimous, 2002. Shorea leprosula Mig. Informasi Singkat Benih, Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan. Jakarta.
  • Anonimous, 2005a. Seram Bagian Barat Dalam Angka 2004. Kerjasama Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tengah dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • Anonimous, 2005b, Kawasan Hutan. Badan Planologi Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.
  • Anonimous, 2005c. Kaji Ulang dan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata. Provinsi Maluku. Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Arief, Arifin, (1994), Hutan, Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta
  • Arifin H. S, M. A Sardjono, L. Sundawati, T. Djogo, G. A. Wattimena dan Widianto (2003) Agroforestri di Indonesia. Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Arief, A. 1994, Hutan Hakekat dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Yayasan Obor Indonesia Jakarta.
  • Alfaro, R .I .,& Singh,P. 1997. Forest Health Management : A Changing Persfective Proceding of XI Word Forestry Congress. Antalya, Turkey, 13 to 22 October 1997. Vol. 5. Also available at www.fao.org/montes/foda/w.forcong/PUBLI/VI/T5F/1-2.HTM
  • Barbour, G.M, J.H. Burk and W.D. Pitts, 1980, Terrestrial Plant Ecology, The Benjamin/Cummings Publishing Company inc. Philippines.
  • Bappenas, 2003. Indonesian Biodiversity. Strategy and Action Plan.
  • Bastian, O and Steinhardt, U. 2002. Development and Perspectives of Landscape Ecology. Kluwer Academic Publishers. London.
  • Brower, J.E and Zr, J.H. 1984. Field and Laboratory Method for General Ecology. Second Edition. Publisher Dubuque. Iowa.
  • Boror, DJ and Dwight, M.D. 1954. An Introduction to the Study Of Insect. Printed in The United State of America.
  • Boror, Triplehorn. Johnson, 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Edisi Keenam. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
  • Braganca,M. 1997. Effect of Enviromental Heterogenity on Lepidoptera and Hymenoptera Populations in Eucalyptus Plantation in Brazil. Forest Ecology and Management 103 (1998).
  • Christopheros, 1993, Analisis Vegetasi Hutan Rawa Gambut di Hutan Tropika Humida PT. Bintang Cikupa Botani Riau. (Tesis Program Pasca Sarjana) Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Clements, F.E. 1916. Plant Succession. An Analysis of The Development of Vegetation. Carnegie. Inst. Washington.
  • De Foresta, H. and G. Michon. (1997). The agroforest alternative to Imperata grasslands: when smallholder agriculture and forestry reach sustainability. Agroforestry Systems. Published by ICRAF, ORSTOM, CIRAD-CP and the Ford Foundation.
  • Dorthe J, Dfsc 2001, Informasi Singkat Benih Casuarina Equisetifolia Balai Perbenihan Tanaman Bandung Indonesia
  • Daniel, Th.W., J.A. Helms, F. S. Baker., 1992, Prinsip-Prinsip Silvikultur (Edisi Bahasa Indonesia, diterjemahkan oleh : Dr. Ir. Djoko Marsono), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  • Emrich Anette, Benno Pokorny, Dr, Cornelia Sepp. (2000) Relevansi Pengelolaan Hutan Sekunder Dalam Kebijakan Pembangunan (Penelitian Hutan Tropika). Deutsche Gesellschaft Für Technische Zusammenarbeit (Gtz) Gmbh Postfach 5180 D-65726 Eschborn
  • Ewusie, J. Y, 1990. Ekologi Tropika. Membicarakan Alam Tropika Afrika, Asia, Pasifik dan Dunia Baru. Penerbit ITB. Bandung.
  • Effendi, R dan Kurniyawan A.H, 2003. Pertumbuhan Shorea Leprosula Miq. (Meranti Merah) di Berbagai Tempat. Diptrocarpa. Vol 7. No.1. BPPPK. Samarinda. Kalimantan Timur.
  • Faridah E, 1996. Pengaruh Intensitas Cahaya, Mikoriza Dan Serbuk Arang Pada Pertumbuhan Alam Drybalanops Sp Buletin Penelitian Nomor 29. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  • Greig-Smith, P., 1983, Quantitative Plant Ecology, Blackwell Scientific Publications, Oxford.
  • Fandeli Chafid, dkk, 2000. Pengusahaan Ekowisata. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Feller, I, C and M. Sitnik. 1996. MANGROVE ECOLOGY: A Manual for a Field Course A Field Manual Focused on the Biocomplexity on Mangrove Ecosystems. Smithsonian Institution. Washington. DC.
  • Girsang Wardis PhD, 2011. KEMISKINAN MULTIDIMENSIONAL DI PULAU-PULAU KECIL, Badan Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (BPFP-UNPATTI),  AMBON.
  • Hogarth, P.J. 1999. The Biology of Mangroves. Published in The United States. Oxford University. New York.
  • Hogarth. P. J. 1999. The Biology of Mangrove. Oxford. University Press Inc. New York.
  • Hairiah, K, M. A. Sardjono, S. Sabarnurdin (2003) . Pengantar Agroforestri. Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Hairiah, K, M Noordwijk and P Purnomosidhi (2000) Reclamation of Imperata Grassland using Agroforesty. International Centre for Research in Agroforestry Southeast Asian Regional Research Programme PO Box 161, Bogor, Indonesia
  • Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Penerbit. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
  • Indriyanto. 2008. Pengantar Budidaya Hutan. Penerbit. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
  • Istamar Syamsuri,  dkk, 2004, Biologi Untuk SMA kelas X. Penerbit Erlangga Jakarta. 
  • Irwanto, 2014. Pulau Marsegu, Studi Ekologi : Pengelolaan Pulau Kecil Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Badan Penerbit Fakultas Pertanian. Universitas Pattimura. Ambon.    
  • John, Kathy Mackinnon, 1993. Pengelolaan Kawasan Yang Dilindungi di Daerah Tropika. (Terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
  • Kartikawati, N. K dan H.A. Adinugraha, 2003. Teknik Persemaian dan Informasi Benih Sukun. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Purwobinangun. Yogyakarta.
  • Koswara, S. 2006. Sukun Sebagai Cadangan Pangan Alternatif. ebookpangan.com
  • Kershaw, KA. 1973, Quantitative an Dynamic Plant Ecology. Second Edition Butter dan Tanner, London.
  • Kramer, P.J. and Kozlowski, T.T. 1979. Physiology of Woody Plants. Academic Press, Inc. Orlando. Florida.
  • Kusmana, C, 1997. Metode Survey Vegetasi. PT. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  • Kusmana, C, Onrizal dan Sudarmaji, 2003. Jenis-Jenis Pohon Mangrove di teluk Bintuni, Papua, Diterbitkan atas kerjasama Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor dan PT. Bintuni Utama Murni. Wood Industries. Bogor.
  • Kathleen S. Friday, M. Elmo Drilling dan Dennis P. Garrity (2000) Rehabilitasi Padang Alang-alang menggunakan Agroforestri dan Pemeliharaan Permudaan Alam. nternational Centre for Research in Agroforestry. Bogor 16680
  • Kramer P. J. and T. T. Kozlowski, 1979. Physiology of Woody Plants. Academic Press, Inc. Florida.
  • Leppe, D dan W.T.M Smith, 1988. Metoda Pembuatan dan Pemeliharaan Kebun Pangkas Dipterocarpaceae. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Samarinda
  • Leppe, D dan S. Piasukmana, 1987. Pembangunan Hutan Dipterocarpacea di Kalimantan Timur. Makalah Pelengkap Simposium Hasil Penelitain Silvikultur Dipterocarpaceae 1987. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan bekerja sama dengan PT. Inhutani I dan PT. Inhutani II, Jakarta.
  • Ludwiq, J.A., and J. F. Reynolds, 1988, Statistical Ecoloqy a Primer on Methods and Computing, John Wiley & Sons, New York.
  • Manuhuwa, E, 2009. Hasil hutan bukan kayu Sebagai bagian dari pembangunan Hutan di Maluku. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Dalam Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Ambon.
  • Marina, E. 2005, Struktur dan Komposisi Jenis Vegetasi dalam Rangka Pengembangan Pengelolaan Kawasan Hutan Lindung di Bagian Hutan Kalibodri KPH Kendal. (Tesis Sekolah Pasca Sarjana) Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Marjenah, 2001. Pengaruh Perbedaan Naungan di Persemaian Terhadap Pertumbuhan dan Respon Morfologi Dua Jenis Semai Meranti. Jurnal Ilmiah Kehutanan ”Rimba Kalimantan” Vol. 6. Nomor. 2. Samarinda. Kalimantan Timur.
  • Michon, G dan H. de Foresta (1993), Peranan Agroforest. Peranan Sistem Agroforest Bagi Dunia Kehutanan dan Pertanian ICRAF and BIOTROP, Bogor,
  • Marsono, Dj.. 1977. Diskripsi Vegetasi dan Tipe-Tipe Vegetasi Tropika. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  • Marsono, Dj. dan Sastrosumarto, 1981. Pengaturan Struktur, Komposisi dan Kerapatan Tegakan Hutan Alam dalam Rangka Peningkatan Nilai Hutan Bekas Tebangan HPH. Makalah Lokakarya Sistem Silvikultur TPI di Bogor. Bogor.
  • Marsono, Dj dan Surachman, 1990. Perilaku Permudaan Alam Cendana di Wanagama I. Buletin. II. Instiper Volume.1. No.1. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta.
  • Marsono, Dj 1991. Potensi dan Kondisi Hutan Hujan Tropika Basah di Indonesia. Buletin Instiper Volume.2. No.2. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta.
  • Marsono, Dj. 1997. Peningkatan Produktivitas dalam Pembangunan Hutan Alam Berkelanjutan. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Ekologi Hutan pada Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Marsono, Dj. 2004. Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup, Penerbit BIGRAF Publishing Bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan YLH. Yogyakarta.
  • Monk, K.A, Y. de Fretes and G. R. Lilley, 1997. The Ecology of Nusa Tenggara and Maluku. Periplus Editions (HK) Ltd. Singapore.
  • Mueller-Dombois, D. and H. Ellenberg, 1974, Aims and Methods of Vegetation Ecology, John Wiley & Sons, New York.
  • Na’iem, M, 2001. Konsevasi Sumberdaya Genetik untuk Pemuliaan Pohon. Seminar Sehari 70 Tahun Prof. Oemi H. Suseno; Peletakan Dasar-dasar dan Strategi Pemuliaan Pohon Hutan di Indonesia. Yogyakarta.
  • Nybakken, J.W. 1982. Marine Biology: An Ecological Approach. Terjemahan Dr. M. Eidman. PT. Gramedia Jakarta.
  • Newman, M. F, P.F. Burgess dan T.C. Whitmore, 1999. Pedoman Identifikasi Pohon-Pohon Dipterocarpaceae, Pulau Kalimantan. Prosea Indonesia. Bogor.
  • Noor dan Leppe, 1995. Noor, M and Leppe, D. (1995). Pengaruh pembukaan celah terhadap tanaman Dipterocarpaceae apad areal bekas terbakar. Wanatrop 8(1): 1-8.
  • Odum, E.P. 1973. Fudamental of Ecology. 3rd. Ed. Saunders College Publishing. Philadelphia.
  • Odum, W.E. and C.C. McIvor. 1990. Mangroves. Pp. 517-548. In Ecosystems of Florida, R. L. Myers and J. J. Ewel (eds.). University of Central Florida Press.
  • Odum, W. E., C. C. Mclvor, and T. J. Smith III. 1982. The ecology of the mangroves of south Florida: A community profile. U. S. Fish & Wildlife Service, Office of Biological Services. Washington, D. C.
  • Oemi, H.S, 2000. Pemuliaan Pohon Hutan Indoensia Menghadapi Tantangan Abad 21. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Oemi, H.S, 2001. Peletakan Dasar-Dasar dan Strategi Pemuliaan Pohon Hutan di Indoensia. Orasi Ilmiah Purna Tugas. Prof. Dr. Ir. Hj. Oemi Hani’in Suseno. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Oszaer.R,  Notanubun.Z, Laurens.T, Tjiptabudy.J, Madubun.J, 2011. Model Pendidikan Karakter Berwawasan Kebangsaan dan Berbasis Budaya Lokal. Badan Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (BPFP-UNPATTI),  AMBON.
  • Poedjirahajoe, E. 1996a. Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pantai Pemalang. Buletin Penelitian Kehutanan No. 29/1996. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Poedjirahajoe, E. 1996b. Peran Perakaran Rhizophora mucronata dalam Perbaikan Habitat Mangrove di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pantai Pemalang. Buletin Penelitian Kehutanan No. 30/1996. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Pudyatmoko, S, Dj. Marsono dan S. Hasanbahri, 1997. Pengelompokan Komunitas Hutan Musim Di Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Buletin Penelitian Kehutanan No. 31/1997. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Rosmarkam, A dan N. W. Yuwono, 2006. Ilmu Kesuburan Tanah. Cetakan ke – 6. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
  • Rasyid. H.A, Marfuah, Wijayakusumah. H, Hendarsyah. D. 1991, Vademikum Dipterocarpaceae. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.
  • Rudjiman and Dwi T. Andriyani, 2002. Identification Manual of Shorea spp. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Sagala. P, 1994. Mengelola Lahan Kehutanan Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
  • Simarangkir B.D.A.S, 2000. Analisis Riap Dryobalanopslanceolata Burck pada Lebar Jalur yang Berbeda di Hutan Koleksi Universitas Mulawarman Lempake. Frontir Nomor 32. Kalimantan Timur.
  • Soerianegara, I dan Indrawan, A. 1988. Ekologi Hutan Indonesia. Laboratorium Ekologi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
  • Soerianegara, I. 1996. Beberapa Pemikiran Tentang Pengelolaan Hutan Lindung. Gagasan, Pemikiran dan Karya Prof. Dr. Ir. H. Ishemat Soerianegara, MSc. Disunting oleh E. Suhendang, C. Kusuma, Istomo dan L. Syaufina. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  • Sosef, M.S.M, L.T. Hong and S. Prawirohatmodjo. 1998. Timber Trees: Lesser-Known Timbers. Plant Resources of South-East Asia. No 5(3). Prosea Foundation. Bogor, Indonesia..
  • Sulaeman, Suparto dan Eviata, 2005. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanaian. Departemen Pertanian. Bogor.
  • Sutanto, Rachman, 2005, Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  • Sumardi dan Widyastuti, S.M. 2004. Dasar-Dasar Perlindungan Hutan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta 55281.
  • Sutisna, U., T. Kalima, Purnadjaja, 1998, Pedoman Pengenalan Pohon Hutan Indonesia, Yayasan PROSEA, Bogor.
  • Sardjono,M.A, T. Djogo, H. Susilo Arifin dan N. Wijayanto (2003). Klasifikasi dan Pola Kombinasi Komponen Agroforestri, Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Schindele, W. (1989): Investigation of the steps needed to rehabilitate the areas of East Kalimantan seriously affected by fire.
  • Suprayogo. D, K Hairiah, N Wijayanto, Sunaryo dan M Noordwijk (2003), Peran Agroforestri pada Skala Plot: Analisis Komponen Agroforestri sebagai Kunci Keberhasilan atau Kegagalan Pemanfaatan Lahan Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Sabarnudin S, Budiadi dan Suryanto. P. (2005). Bahan Ajar Matakuliah Agrofoestry. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Sardjono,M.A, Tony Djogo, Hadi Susilo Arifin dan Nurheni Wijayanto (2003) Klasifikasi dan Pola Kombinasi Komponen Agroforestri, Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Suprayogo, D, K. Hairiah, N. Wijayanto, Sunaryo dan M Noordwijk (2003) Analisis Komponen Agroforestri sebagai Kunci Keberhasilan atau Kegagalan Pemanfaatan Lahan
  • Soekotjo, 2004, Status Riset Konservasi Genetik Tanaman Hutan Indigenous Species di Indonesia. Workshop Nasional. Konservasi, Pemanfaatan Dan Pengelolaan Sumberdaya Genetik Tanaman Hutan. Pusat Penelitan dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan dan Japan International Cooperation Agency. Yogyakarta.
  • Soekotjo dan Na’iem, M, 2005. Rencana Kegiatan Silvikultur Intensif Dalam Rangka Panen Raya Buah Meranti Januari – Maret 2005 dan Upaya Membangun Tanaman Tahun 2005. Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan. Jakarta.
  • Soekotjo, 2005, Regime Silvikultur : Upaya Untuk Merehab dan Meningkatkan Potensi Hutan Indonesia. Pidato Ilmiah Purna Tugas. Seminar Nasional dalam Rangka 70 Tahun Prof. Dr. Ir. H. Soekotjo. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Suhardi, 1994. Seedling Growth Of Drybalanops Sp Inoculated With Mycorrhiza At Wanagama I Buletin Penelitian Nomor 25. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  • Suhardi, 1995. Effect Of Shading, Mycorrhiza Inoculated And Organic Matter On The Growth Of Hopea Gregaria Seedling Buletin Penelitian Nomor 28. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  • Suhardi, 1996. Relationship between Mycorrhiza, Imperata cylindrica and Growth of Shorea Species. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  • Suhardi, 1997. Effect Of Shading And Organic Matter, Rock Phospat And Mycorrhiza Inoculation On The Growth Of Gnetum gnemon L. In Clay Soil In Nursery. Buletin Penelitian Nomor 32. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  • Suhardi, 2005. Dasar-Dasar Bercocok Tanam. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
  • Subekti Rahayu, Rudy Harto Widodo, Meine van Noordwijk, Indra Suryadi dan Bruno Verbist, 2009,  Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. Jakarta.
  • Suparna, N dan S. Purnomo, 2004. Pengalaman Membangun Hutan Tanaman Meranti di PT. Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar Nasional dalam rangka 70 tahun Prof. Dr. Ir. H. Soekotjo. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Sutisna, M, 1996. Silvikultur Hutan Alam Di Indonesia. Buku Pelengkap Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.
  • Tansley, A.G. 1920. The Classification of Vegetation and The Concept of Development. J. Ecol.
  • Tantra, I.G.M, 1981. Flora Pohon Indonesia. Balai Penelitian Hutan Bogor. Bogor
  • Thojib, A, 1991, Hutan Hujan Tropika, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah mada, Yogyakarta.
  • Toni, H. 2003. Studi Struktur dan Komposisi Vegetasi Bekas Tebangan Areal HPH PT. Sarmento Parakantja Timber, Kalimantan Tengah, (Tesis Program Pasca Sarjana) Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  • Whitmore, T.C, 1975, Tropical Rain Forests of the Far East , 1st Edition, Oxford University Press, Oxford.
  • Widianto, K. Hairiah, D. Suharjito, dan M A.Sardjono (2003), Fungsi dan Peran Agroforestri Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Wheeler,C,T. I.M. Miller, R. Narayanan, D.Purushothaman (2003) Soil Microorganisms In Agroforestry Systems. Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office. PO Box 161 Bogor, Indonesia
  • Wright, J.W, 1976. Introduction to Forest Genetics. Academic Press, Inc. San Diego California.
  • Anonim, 1993. Pedoman Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), Direktotrat Jenderal Pengusahaan Hutan, Departemen Kehutanan.Jakarta.
  • Anonim, 2003. Pedoman Rencana Kerja, Rencana Kerja Lima Tahun, Rencana Kerja Tahunan dan Bagan Kerja Usaha Pemanfataan Hasil Htan Kayu pada Hutan Alam, Menteri Kehutanan. Departemen Kehutanan.Jakarta.
  • Anonim, 2009. Laporan Perkembangan Pemanfaatan dan Penggunaan Hutan Produksi Triwulan IV Desember 2009, Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Produksi. Departemen Kehutanan.Jakarta.
  • Arief. 1994. Hutan Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan : Yayasan Obor Indonesia.Bogor.
  • Astana S. 1999. “ Penurunan Produktifitas Hutan Alam Produksi”. Info Hasil Hutan Tentang Realita Bisnis atau Kesalahan Kebijakan Vol 5 No.2 : 103 – 115. Bogor.
  • Hadisaputro, H. 2000 “Pemilihan Sistem Silvikultur dan Strategi Pemanfaatan Hutan Alam Produksi”. Rimbun tentang HPH dan DR Sering Disalahgunakan No. 3 tahun I:9-10.Jakarta
  • Idris MM dan Sona S. 1997 “Pembalakan Ramah Lingkungan Untuk Minimalisasi Kerusakan Tegakan Tinggal” Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol.15 No.3. 212-222. Bogor.
  • Manan, 1998. Hutan, Rimbawan dan Masyarakat Bogor; IPB Press.
  • Marsono. D (ed). 1987. Prinsip-Prinsip Silvikultur. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.
  • Mueller Dombois and H. Ellengberg. 1974 Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley and Sons, Inc. Canada.
  • Mulyadi, AT. 1998. “Perlunya Inventarisasi Hutan Tropika Basah” Buletin Silvika. No.16IV/91 : 10-12 Bogor.
  • Murti R.S dan N. Supriana, 1986. “Evaluasi Pelaksanaan Sistim TPI. Buletin Penelitian Kehutanan Vol. 2. Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan. Jakarta.
  • Nirwana, 1998. “Kajian Struktu dan Komposisi Pohon Binaan Tegakan Tinggal TPTI di HPH PT. Rante Mario (Humpuss Group) di Sulawesi Selatan. Tesis. Yogyakarta : Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Tidak Dipublikasikan.
  • Richards P.W, 1964. “The Tropical Rain Forest an Ecological Study. Cambridge University Pres. Cambridge.
  • Sukrdayati, Dussalam dan M. Sinaga. 1999 “ Kerusakan Tegakan Tinggal Keterbukaan Lahan, Penggeseran Tanah dan Biaya Pada Penyaradan”. Buletin Hasil Hutan Vil. 20 No.5 : 379-399. Bogor
  • Syahnan, 1988 “Inventarisasi Potensi Flora di Cagar Alam Lembah Anai Sumatra Barat”. Buletin Penelitian Kehutanan.Bogor
  • Thaib. 1986 “ Kerusakan Tegakan Tinggal Akibat Eksploitasi Hutan dengan Sistem Traktor dan Higlead” Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 2 No. 4 : 14 – 18. Bogor : Puslitbang Hasil Hutan.Bogor.
  • Tinambunan, D 1999. “Pemanenan Hutan Berwawasan Lingkungan dan Peranannya Dalam Pengelolaan Hutan Secara Lestari” Info Hasil Hutan Vol 5 No.2 : 61-79. Bogor.
  • Toha, Moon 2000. “Pengelolaan Hutan Lestari Dimasa Depan”. Rimbun tentang Agrowisata Potensi Yang Tertinggal No. 2 tahun I : 26.Jakarta.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Populer